UNS— Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjadi tuan rumah dalam agenda jalan nordik bersama Komunitas Jalan Nordik Indonesia (KJNI) Provinsi Jawa Tengah dan Solo Raya. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (1/2/2025) pagi di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS dan dilanjutkan dengan jalan sehat mengelilingi lingkungan kampus.
Pada kesempatan tersebut, Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si. memberikan sambutan hangat kepada nordikers yang tergabung dalam KJNI Solo Raya dan Jawa Tengah. Beliau mewakili sivitas UNS turut menghaturkan banyak terima kasih atas kedatangannya di kampus UNS dan berharap agar para nordikers dapat menikmati udara segar di lingkungan universitas.
Rektor Memberikan Dukungan
Mendukung agenda Jalan Nordik, Prof. Hartono menyampaikan mengenai urgensi olahraga dan bergerak untuk kesehatan dikalangan masyarakat Indonesia. Dimana saat ini, data menunjukkan hanya 10 persen dari jumlah masyarakat di Indonesia yang suka berolahraga. Dari situ ditemukan bahwa secara garis besar, persoalan besar di Indonesia di bidang kesehatan adalah meningkatnya jumlah penderita penyakit jantung, strok, ginjal dan hipertensi.
“Penyakit-penyakit tersebut memiliki persamaan, yaitu disebabkan oleh penebalan pembuluh darah. Salah satu faktornya karena malas bergerak dan berolahraga. Selain itu terdapat pula risiko penyakit tersebut apabila seseorang kegemukan, kadar kolesterol tinggi, kadar gula tinggi, memiliki bawaan genetik, atau merokok. Kita harus bersikap preventif, kami sangat mensupport komunitas-komunitas kesehatan, yang menanamkan kebiasaan gemar berolahraga di kalangan masyarakat,” tutur Prof. Hartono.
Rektor UNS juga merekomendasikan olahraga kardio seperti jalan nordik karena menyehatkan jantung dan pembuluh darah, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga manajemen stres. Beliau menyarankan agar melakukan olahraga kardio selama 30 hingga 40 menit sebanyak 3 hingga 5 kali seminggu untuk memberikan manfaat maksimal bagi tubuh.



Miliki Banyak Manfaat
Perwakilan Badan Pimpinan Daerah KJNI Jawa Tengah, Dr. Ir. Retno Gito, M.Si. menyampaikan bahwa olahraga jalan nordik sendiri baru dikenal 6 tahun ini dan baru ditekuni di 4 provinsi seperti, DKI Jakarta, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, dan Jawa Timur. Komunitas Nordik baru ada di 29 kota dan kabupaten di Indonesia dengan jumlah nordikers 10.000 orang. Jawa tengah sendiri menduduki peringkat pertama dengan 14 kabupaten/kota yang sudah memiliki KJNI.
“Kita akan terus memperkenalkan kepada masyarakat mengenai pentingnya jalan nordik bagi kesehatan. Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (Undip) yang bekerja sama dengan KJNI Semarang melakukan riset selama 3 bulan kepada 40 nordikers di Semarang. Dari latihan tiga kali seminggu selama 40 menit mulai dari pemanasan, jalan nordik, dan pendinginan dapat menurunkan kadar lemak sebesar 3%, meningkatkan kebugaran jantung paru-paru 10%, meningkatkan keseimbangan tubuh 4% menguatkan otot dan anggota gerak tubuh atas 12,5 %, serta peningkatan otot dan anggota gerak tubuh bagian bawah 27 %,” ungkap Dr. Retno.
KJNI dan Pusat Penelitian Kependudukan dan Gender (PPKG) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UNS juga akan berencana untuk melakukan kerja sama riset dan pengabdian masyarakat di bidang kesehatan, kebugaran, dan psikologis.
Melalui kegiatan tersebut, UNS dan KJNI secara langsung mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan, dan mencegah penyakit tidak menular. Hal tersebut secara langsung mendukung ketercapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 3 yaitu “ Kehidupan Sehat dan Sejahtera
HUMAS UNS



















