UNS – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengukuhkan Ketua Program Studi (Kaprodi) S2 Teknologi Pendidikan, Prof. Dr. Drs. Agus Efendi, M.Pd., sebagai Guru Besar di bidang Teknologi Pendidikan. Beliau dikukuhkan melalui Sidang Terbuka Senat Akademik UNS di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram, Selasa (11/2/2025). Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Peran Immersive Learning dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan yang Technology-Centric di Era Baru Society 5.0,” Prof. Agus Efendi menekankan pentingnya transformasi pendidikan berbasis teknologi.
Pidato pengukuhan tersebut juga membahas enam pokok utama, di antaranya peran teknologi dalam Immersive Learning, inovasi berbasis teknologi ini, serta implementasinya dalam kurikulum masa depan. Salah satu poin yang ditekankan adalah bahwa inovasi pendidikan tidak hanya melibatkan pengembangan teknologi, tetapi juga desain kurikulum dan metode pengajaran yang memungkinkan peserta didik mendalami konsep sulit melalui simulasi realitas virtual.
“Teknologi immersive merupakan pilar utama dalam transformasi pendidikan masa kini dan masa depan. Dengan memanfaatkan Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), dan Mixed Reality (MR), kita mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih menarik dan mendalam,” ujar Prof. Agus Efendi.
Teknologi ini, lanjutnya, tidak hanya meningkatkan keterlibatan peserta didik tetapi juga memperkuat pemahaman mereka melalui pengalaman belajar yang holistik.
Dalam pidatonya, Prof. Agus juga menyampaikan beberapa studi kasus. Salah satu contoh adalah penggunaan VR dalam program STEM di Finlandia yang meningkatkan pemahaman materi sebesar 30%. “Teknologi immersive telah terbukti menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah pada siswa,” jelasnya.
Meski menjanjikan, implementasi Immersive Learning tidak luput dari tantangan. “Tantangan terbesar adalah kesenjangan digital yang masih terjadi, di mana tidak semua peserta didik memiliki akses terhadap perangkat dan internet memadai,” ungkap Prof. Agus.

Untuk mengatasi hal tersebut, Prof. Agus memberikan sebuah solusi. Solusi yang ditawarkan termasuk pelatihan berkelanjutan bagi guru dan penyediaan infrastruktur digital yang merata.
Prof. Agus menegaskan bahwa kurikulum masa depan harus didesain dengan pendekatan Immersive Learning. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat pengetahuan akademik, tetapi juga mengasah keterampilan abad ke-21 seperti kreativitas, kolaborasi, dan pemikiran kritis.
Di akhir pidatonya, Prof. Agus menyampaikan harapannya agar teknologi immersive dapat diintegrasikan secara luas dalam sistem pendidikan Indonesia. “Dengan kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan industri, kita dapat menciptakan generasi muda yang lebih inovatif dan siap menghadapi tantangan global,” tutupnya.
Pengukuhan ini menegaskan komitmen UNS dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang relevan dengan kebutuhan zaman. Transformasi menuju era Society 5.0 menjadi sebuah keharusan bagi institusi pendidikan di Indonesia. Langkah tersebut juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, “Pendidikan Berkualitas”.
HUMAS UNS



















