UNS— Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) melakukan kunjungan kerja ke Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Dalam kunjungan tersebut, rombongan dari Komisi X DPR RI langsung dipimpin oleh H. Lalu Hadrian Irfani, S.T. selaku Wakil Ketua Komisi X DPR RI.
Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr. M.Si. didampingi Wakil Rektor dan juga Dekan di lingkungan UNS menyambut rombongan dari Komisi X DPR RI di Ballroom UNS Tower, Kamis (20/2/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Hartono menyampaikan profil singkat UNS serta sistem penerimaan mahasiswa baru. “UNS memiliki visi menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang unggul di tingkat internasional dengan berlandaskan pada nilai luhur budaya nasional,” terang Prof. Hartono.
UNS memiliki 14 Fakultas, 1 Sekolah Vokasi, dan 1 Pascasarjana dengan jumlah mahasiswa sebanyak 76.153 orang, dosen berjumlah 1.980 orang dan tenaga kependidikan berjumlah 1.831 orang. “Dari 1.980 dosen, 981 orang diantaranya sudah bergelar Doktor. Lalu untuk jumlah Guru Besar aktif per Desember 2024 sebanyak 269 orang,” imbuh Prof. Hartono.



Dalam proses seleksi penerimaan mahasiswa baru, UNS memiliki tiga jalur yaitu Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan Seleksi Mandiri (SM).
“Kalau untuk UNS karena sudah berstatus sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), kuota untuk jalur SNBP minimal 20 persen, SNBT minimal 30 persen dan Seleksi Mandiri maksimal 50 persen,” ujar Prof. Hartono.
Prof. Hartono juga menghimbau kepada calon mahasiswa maupun pihak sekolah untuk benar-benar memperhatikan ketentuan dalam seleksi penerimaan mahasiswa serta tahapan-tahapannya. “Jangan sampai ada kelalaian sehingga tidak bisa mengikuti proses seleksi mahasiswa baru,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, H. Lalu Hadrian Irfani, S.T. menyampaikan maksud kedatangannya ke UNS. Pihaknya bersama rombongan dari Komisi X ingin menggali dan menyerap aspirasi dari sivitas akademika UNS dan perguruan tinggi swasta yang ada di Solo Raya serta aparat pemangku kepentingan pendidikan tinggi, mengenai sistem penerimaan mahasiswa baru.
Sedangkan untuk tujuan dari kunjungan kerja ini diharapkan memperoleh masukan berupa data-data faktual dan permasalahan atas implementasi kebijakan- kebijakan mengenai sistem penerimaan mahasiswa baru, yang hasilnya akan menjadi bahan rujukan dalam pengambilan keputusan pada rapat-rapat Komisi X dengan pemerintah.
Lalu Hadrian Irfani menekankan bahwa sistem penerimaan mahasiswa baru harus dirancang dengan memegang prinsip adil, akuntabel, fleksibel, efisien, transparan dan tidak ada konflik kepentingan. “Ini dilakukan supaya dapat menjaring seluruh calon mahasiswa di Indonesia guna meningkatkan akses Pendidikan,” ujar Lalu Hadrian Irfani.
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Rektor maupun perwakilan dari beberapa perguruan tinggi swasta di Solo Raya. Diantaranya yaitu dari Universitas Slamet Riyadi (Unisri), Universitas Tunas Pembangunan (UTP), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Universitas Surakarta (Unsa). Kemudian hadir juga Direktur Direktorat Kelembagaan, Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T.; serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Uswatun Hasanah, S.Pd., M.Pd.
Lalu Hadrian Irfani memberikan kesempatan kepada para Rektor maupun perwakilan dari perguruan tinggi swasta untuk menyampaikan permasalahan yang dihadapi khususnya terkait dengan sistem penerimaan mahasiswa baru.
HUMAS UNS



















