UNS -Tim Interdisipliner Dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang terdiri dari beberapa fakultas berhasil menggelar seminar bertajuk “Embracing Gender Equality in Higher Education Institutions”. Seminar ini sekaligus merupakan agenda lanjutan dari program “Global Equality Partnership” yang didanai oleh British Council. Agenda tersebut diselenggarakan secara luring di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram, Kamis (20/2/205) dan menjadi rangkaian kegiatan Dies Natalis UNS ke-49.
Tim yang diinisiasi oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, Internasionalisasi, dan Informasi UNS, Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc,.Ph.D. tersebut beranggotakan Dr. Erna Dyah Kusumawati, S.H., M.Hum., LL.M. dan Rachma Indriyani, S.H., LL.M.,Ph.D. dari Fakultas Hukum (FH), Dewanti Cahyaningsih, SE., M.Rech. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Likha Sari Anggreni, S.Sos., M.Soc.Sc. dan Monika Sri Yuliarti, S.Sos., M.Si. dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP). Selain itu, terdapat perwakilan dari Aston University, yakni Professor Hannah Bartlett (Lead Applicant) dan Claire Richard.
Proyek kolaboratif inovatif ini merupakan kerja sama antara Aston University, Inggris dan UNS, Indonesia yang didanai oleh British Council dalam “Gender Equality Program”. Proyek ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan gender yang dihadapi oleh lulusan perempuan universitas dalam memasuki dunia industri. Gender Equality Programme (GEP) adalah inisiatif yang didanai oleh British Council dengan tujuan untuk mendorong kesetaraan gender di sektor pendidikan dan pekerjaan. Program ini mendukung pemberdayaan perempuan, meningkatkan kesadaran, serta menciptakan lingkungan inklusif melalui pelatihan, penelitian, dan kolaborasi antar lembaga.



Melalui pendanaan dari British Council, proyek ini mengintegrasikan pendekatan ekonomi, budaya, dan hukum untuk menciptakan solusi berkelanjutan dalam mendorong partisipasi perempuan di sektor profesional. Selain itu, proyek ini juga memperoleh dukungan tambahan melalui Matching Fund dari Kedaireka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemenristekdikti).
Tim Interdisipliner Dosen UNS melakukan berbagai metode, termasuk wawancara, diskusi kelompok terarah (focus group discussion), dan masukan dari para ahli dalam melakukan penelitian ini. Selain itu, kajian literatur mendalam juga dilakukan untuk memperkuat analisis. Responden yang dipilih juga bervariasi mulai dari mahasiswa, alumni, dosen, tenaga kependidikan, hingga Career Development Centre di UNS. Tim turut menggandeng universitas di 5 daerah yang memiliki angka kesenjangan gender paling tinggi, antara lain Maluku, Kalimantan Tengah, Jambi, Papua, Mataram.
“Sebagai luaran proyek, kami akan menghasilkan laporan tentang hambatan yang dihadapi mahasiswa perempuan dalam pekerjaan dan kewirausahaan (jangka pendek) serta kumpulan sumber daya edukasi dan dukungan untuk mahasiswa dan staf di kampus. Selain itu, laporan atau publikasi tertulis mengenai efektivitas dan dampak sumber daya edukasi tersebut (jangka menengah) juga akan disusun. Kami juga akan mengembangkan sebuah website yang memungkinkan bahan-bahan ini dibagikan ke seluruh universitas di Indonesia dan Inggris, serta membangun jaringan yang mendukung peningkatan berkelanjutan dan berbagi praktik terbaik,” tambah Dr. Erna.
Rekomendasi
Dari penelitian yang dilakukan sejak 2023 akhir tersebut, tim membuat beberapa rekomendasi, seperti mengelaborasi gender equality di dalam subjek mata kuliah universitas; memulai kembali mainstreaming gender equality untuk seluruh sivitas akademik; serta memberikan pelatihan komprehensif untuk mempersiapkan lulusan memasuki industri.
“Saya mengucapkan terima kasih banyak dan senang karena ikut dilibatkan dalam agenda seminar ini. Sebuah kehormatan juga bisa melakukan penelitian bersama dengan tim dari UNS dalam program Gender Equality ini. Dan semoga dengan adanya website yang kita inisiasi dapat memberikan dampak yang baik bagi mahasiswa dan masyarakat,” ungkap Hannah Bartlett, Lead Applicant dari Aston University dalam final statement-nya.
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir sebagai pembicara Direktur Solidaritas Perempuan untuk kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia (SpekHAM) Surakarta, Rahayu Purwaningsih. Seminar ini mendapat respon positif di masyarakat, terbukti dari 300 peserta yang hadir hingga akhir sesi dan tidak hanya berasal dari UNS tetapi mencangkup Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Slamet Riyadi, dan UHN Sugriwa.
Mewakili Rektor UNS, Ketua LPPM UNS, Prof. Dr. I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani, S.H., M.M.. memberikan sambutan sekaligus apresiasi kepada segenap tim yang berhasil menyelenggarakan agenda ini. Beliau turut mengucapkan selamat atas keberhasilan proyek penelitian oleh Tim Interdisipliner Dosen UNS tersebut.
Masih dalam rangkain agenda seminar, Tim juga memperkenalkan website sebagai luaran penelitian yang dapat diakses oleh masyarakat umum. Website Sherises Project dapat diakses melalui https://sherises-project.org/.
HUMAS UNS



















