UNS – Penarikan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta di Kecamatan Giriwoyo dan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, ditutup dengan expo. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (19/2/2020) ini mengusung tema “Edukasi, Pendampingan, dan Pemberdayaan Masyarakat”. Penarikan ini menjadi momen penutup bagi 169 mahasiswa UNS yang telah menjalankan program KKN Periode Januari-Februari 2025 selama 45 hari di Wonogiri.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pimpinan UNS dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri, di antaranya Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof. Dody Ariawan, S.T., M.T., Ph.D., Direktur Kemahasiswaan UNS, Prof. Dr. Ir. Joko Sutrisno, M.P., Kepala Subdirektorat Kuliah Kerja Nyata dan Organisasi Kemahasiswaan UNS, Dr. Singgih Hendarto S.Pd., M.Pd., serta para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan mahasiswa KKN. Dari pihak Pemerintah Kabupaten Wonogiri, hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Drs. Sriyanto, M.M.; Camat Giriwoyo, Sri Sundoro, S.Sos., M.Si.; serta camat dari berbagai kecamatan di Wonogiri yang juga menjadi lokasi KKN UNS.
Memberikan Apresiasi
Dalam sambutannya, Camat Giriwoyo, Sri Sundoro, S.Sos., M.Si. menyampaikan sejumlah apresiasi kepada Mahasiswa UNS. Kontribusi mereka dalam berbagai program yang telah dilakukan selama KKN telah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Produk luaran mereka pun dipamerkan dalam bentuk expo yang digelar di Kantor Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada UNS atas kesempatan untuk membimbing mahasiswa dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat Wonogiri. Kontribusi mereka sangat berarti bagi pembangunan di daerah kami,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan UNS, Prof. Joko Sutrisno, melaporkan bahwa terdapat 169 mahasiswa yang melaksanakan KKN di Wonogiri. Mereka ditempatkan di lima kecamatan di Wonogiri, yakni Giriwoyo, Giritontro, Nguntoronadi, Purwantoro, dan Ngadirojo.



“Selama 45 hari pelaksanaan KKN, mahasiswa telah berupaya memberikan solusi bagi berbagai permasalahan di masyarakat. Kami berterima kasih kepada Pemkab Wonogiri yang telah mendukung dan membimbing mahasiswa dalam menjalankan program mereka,” kata Prof. Joko.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Sriyanto, dalam sambutannya, secara simbolis menyerahkan kembali mahasiswa KKN kepada UNS. Ia menegaskan bahwa program-program yang telah dilaksanakan tidak hanya bermanfaat selama KKN, tetapi juga diharapkan berkelanjutan.
“Kami sangat mengapresiasi program yang telah dijalankan mahasiswa KKN UNS. Semoga dampaknya bisa terus dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Banyak Program yang Dilaksanakan
Momen penarikan para mahasiswa turut menyajikan laporan KKN UNS dari sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Giriwoyo dan Giritontro. Laporan dari perwakilan mahasiswa KKN UNS disampaikan Agym Suria dan Azriel Rahmat Nabawi. Mereka mengungkapkan bahwa berbagai program telah berhasil dilaksanakan di masing-masing desa.
Di Kelurahan Giriwoyo, mahasiswa membangun sarana pendukung Masjid At-Takwa, memberikan sosialisasi dan praktik pembuatan lodong, serta mendampingi pembuatan produk UMKM batik jumputan. Di Desa Pidekso, mahasiswa mengajarkan pembuatan pupuk organik cair dari air rendaman beras dan lilin aromatik dari minyak jelantah. Di Desa Guwotirto, mahasiswa menyelenggarakan workshop pembuatan minyak angin aromaterapi, sosialisasi pencegahan kenakalan anak, serta program “Guwotirto 1.001 Alpukat”. Sementara itu, di Desa Sendang Agung, mahasiswa melaksanakan workshop pengecekan pH tanah, petualangan literasi bagi anak-anak, serta pengolahan batang pisang menjadi keripik.
Di Desa Bulurejo, mahasiswa melatih masyarakat dalam pembuatan pupuk kompos dan pupuk organik cair berbahan bonggol pisang, serta memberikan sosialisasi budidaya ikan lele dan kangkung dalam ember. Di Desa Bumiharjo, mereka mengajarkan cara membuat balsem dan kombucha berbahan fermentasi pepaya dan daun teh. Sedangkan di Desa Tawangharjo, mahasiswa memberikan edukasi literasi digital, pembuatan sabun cair dari minyak jelantah, dan pendampingan pendaftaran BUMDes.
Selain itu, mahasiswa di Desa Tukulrejo melakukan penanaman bibit tanaman pengendali hama monyet, penyuluhan media sosial, serta edukasi pembuatan mikroorganisme lokal dari limbah sayuran. Di Kelurahan Giritontro, program yang dijalankan meliputi pembuatan pupuk organik cair, pewangi laundry, dan peta tutupan lahan. Di Desa Jatirejo, mahasiswa mengadakan sosialisasi energi terbarukan serta pemanfaatan limbah sabut kelapa sebagai media tanam. Di Desa Tlogoharjo, mereka menyelenggarakan sosialisasi pertanian organik dan daur ulang sampah menjadi mini biopori composter. Sedangkan di Desa Pucanganom, program KKN meliputi sosialisasi digital marketing, foto produk, serta literasi digital.
Dengan berakhirnya program KKN ini, UNS berharap mahasiswa dapat mengambil pelajaran berharga dari pengalaman terjun langsung ke masyarakat. Program-program yang telah dijalankan diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Wonogiri. Ke depan, UNS berkomitmen untuk terus mengembangkan program pengabdian kepada masyarakat guna mendorong pembangunan daerah yang lebih baik dan berkelanjutan.
Humas UNS
Reporter: R. P. Adji
Redaktur: Dwi Hastuti



















