Dosen Fakultas Kedokteran UNS berkolaborasi dengan FK Unimus menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis Penyusunan Hibah Pengabdian kepada Masyarakat dan Riset. Kegiatan yang diselenggarakan pada 11 September 2026 di FK Unimus ini bertujuan meningkatkan kapasitas dosen dalam menyusun proposal hibah secara sistematis dan berdampak.
UNS — Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berkolaborasi sebagai narasumber dalam Bimbingan Teknis Penyusunan Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas), Hibah Riset, serta Laporan Pengabdian Masyarakat bagi dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus). Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas dosen FK Unimus dalam penyusunan proposal hibah riset dan pengabdian kepada masyarakat serta pelaporan kegiatan secara sistematis.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Dekan FK Unimus, Dr. dr. Aisyah Lahdji, M.M., MMR., FISPH., FISCM. Dalam sambutannya, Dr. Aisyah menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dosen dalam menyusun proposal hibah dan laporan kegiatan. Ia berharap dokumen yang dihasilkan tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga memiliki substansi yang kuat serta mampu menunjukkan manfaat dan dampak bagi masyarakat.
Bimbingan teknis ini menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan proposal, pelaksanaan kegiatan, hingga penyusunan laporan pengabdian dan penelitian. Kolaborasi ini menghadirkan Dr. Rizka Ayu Setyani, SST., MPH dan Dr. Wahyu Gito Putro, S.KM., M.Kes. yang merupakan alumni Program Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat FK UNS, bersama Dr. Tiani Wahyu, S.Si., M.Si. sebagai narasumber. Kegiatan ini diselenggarakan oleh FK Unimus pada 11 September 2026 lalu di Smart Class GKB I FK Unimus.
Dalam sesi “Strategi Efektif Menyusun Proposal dan Laporan Pengabdian Masyarakat”, Dr. Rizka Ayu Setyani, SST., MPH., menekankan pentingnya menyusun proposal berdasarkan permasalahan nyata dan didukung data. Menurutnya, proposal perlu menunjukkan keterhubungan yang jelas antara sasaran, solusi, metode, mitra, indikator, luaran, dan dampak yang diharapkan. Peserta juga diajak melihat proposal dari perspektif reviewer melalui pendekatan “Why, Who, Where, What, Why This, With Whom, and So What?”, sekaligus mengenali red flags yang dapat melemahkan usulan tersebut.
Sebagai contoh aplikatif, Dr. Rizka mencontohkan SEKOCI (Sekolah Komplementer Cinta Ibu), sebuah inovasi pengembangan kelas bagi ibu hamil yang telah dilaksanakan sejak 2020 hingga saat ini. Program tersebut awalnya memperoleh pendanaan dari Kemendiktisaintek selama tiga tahun, kemudian dilanjutkan melalui kerja sama dengan pemerintah dan dukungan CSR.

“Program pengabdian sebaiknya tidak hanya dirancang untuk memperoleh pendanaan, tetapi juga memiliki strategi keberlanjutan melalui kemitraan dan sumber dukungan yang lebih luas. Dalam penyusunan laporan, dosen juga perlu menampilkan capaian, perubahan, keterlibatan mitra, dan dampak program, bukan sekadar mendokumentasikan aktivitas,” ujar Dr. Rizka kepada uns.ac.id, Rabu (16/9/2026).
Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Wahyu Gito Putro, S.KM., M.Kes mengenai template Hibah Pengabdian kepada Masyarakat. Peserta memperoleh penguatan teknis mengenai struktur proposal dan cara menerjemahkan ide pengabdian ke dalam komponen-komponen yang sistematis sesuai format hibah.
Sementara itu, Dr. Tiani Wahyu, S.Si., M.Si. membawakan materi mengenai Hibah Riset, dengan pembahasan mengenai skema hibah, komponen usulan, serta berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam menyiapkan proposal penelitian agar lebih terarah dan kompetitif.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kapasitas dan kompetensi dosen serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan inovasi berbasis pengetahuan. Selain itu, kegiatan ini berkontribusi pada SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kemitraan dan pertukaran pengetahuan antara FK UNS dan FK UNIMUS.
Dampak awal yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesiapan dosen dalam mengembangkan proposal hibah yang lebih sistematis, berbasis kebutuhan, serta berorientasi pada luaran dan dampak. Penguatan kapasitas tersebut ke depan dapat dilanjutkan melalui pendampingan penyusunan dan reviu proposal sebelum pengajuan. Selain itu, kolaborasi penelitian dan pengabdian serta kemitraan dengan pemerintah dan mitra eksternal diharapkan semakin berkembang.
Kolaborasi antara FK UNS dan FK UNIMUS diharapkan dapat memperkuat jejaring akademik yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi tersebut, kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat diharapkan berkembang menjadi program yang berdampak, berkelanjutan, dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Kapan bimbingan teknis penyusunan hibah antara FK UNS dan FK Unimus diselenggarakan?
Kegiatan tersebut diselenggarakan pada 11 September 2026 di Smart Class GKB I FK Unimus. Lihat di artikel
Siapa saja narasumber dari FK UNS yang hadir dalam kegiatan bimbingan teknis tersebut?
Narasumber dari FK UNS merupakan alumni Program Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat, yaitu Dr. Rizka Ayu Setyani, SST., MPH dan Dr. Wahyu Gito Putro, S.KM., M.Kes., bersama Dr. Tiani Wahyu, S.Si., M.Si. Lihat di artikel
Apa tujuan utama dari kegiatan bimbingan teknis penyusunan hibah ini?
Tujuan utamanya adalah meningkatkan kapasitas dosen FK Unimus dalam penyusunan proposal hibah riset dan pengabdian kepada masyarakat serta pelaporan kegiatan secara sistematis. Lihat di artikel



















