Pementasan Collaboration of Art (CoA) 2016 digelar di halaman Kantor Pusat Gedung dr. Prakosa, Kamis (2/6/2016). CoA yang sudah digelar delapan kali ini merupakan kolaborasi antara 3 unit kegiatan mahasiswa (UKM) yaitu Badan Koordinasi Kesenian Tradisional (BKKT), Marching Band, dan Paduan Suara Mahasiswa Voca Erudita.

Ketua panitia Muhammad Said Honggowongso mengatakan bahwa acara tahun ini mengangkat tema “The Power of Classical Art in a Limit”. Alasan pengambilan tema tersebut adalah bahwa di tengah-tengan zaman modern ini pihaknya berusaha mengangkat kembali budaya Indonesia dengan mengolaborasikan dengan unsur modern. COA tahun ini menampilkan drama tradisional berjudul “Ku Panah Udara, Ku Dapat Kembangnya”. Dalam cerita yang sebenarnya merupakan cerita kuno tersebut difokuskan pada kesetiaan cinta. “Itu kan sebenarnya cerita zaman dahulu, kita angkat lagi di sini dan kita kolaborasikan bersama-sama, Mas,” ucapnya.
Honggo juga bercerita bahwa pementasan CoA tahun ini tidak cukup memukau seperti tahun lalu. “Jadi, karena tiap-tiap UKM itu baru punya event besar, Mas. Persiapan lomba, jadi kita tidak bisa mempersembahkan yang wow seperti tahun lalu,” akunya. (Baca juga: Jalan-jalan Keliling Nusantara di Panggung CoA 2015)
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Darsono dalam sambutannya mengatakan bahwa secara kelembagaan UNS memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Selain itu, ia memberikan harapan bahwa dengan terselenggaranya acara ini bisa menjadi kapitalisasi bagi semua pihak untuk berkembang menjadi UNS yang semakin BISA.

Sempat terjadi kejadian yang tidak terencana di tengah-tengah pementasan. Hujan deras mengguyur tempat pementasan yang notabene digelar di tempat terbuka sekitar pukul 21.30 WIB. Pementasan tersebut akhirnya ditunda selama hampir satu jam. Sampai akhirnya karena hujan tidak kunjung reda, acara dilanjutkan di teras Kantor Pusat Gedung dr. Prakosa UNS sampai pukul 23.00 WIB.[] (dodo.red.uns.ac.id)
















