PSM Voca Erudita UNS Persembahkan Kemenangan Manis untuk Indonesia di Panggung Dunia

PSM Voca Erudita UNS Persembahkan Kemenangan Manis untuk Indonesia di Panggung Dunia

UNS – Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Voca Erudita Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Voca Erudita meraih kemenangan besar dalam ajang 2025 World Choir Festival Hong Kong. Kompetisi ini diselenggarakan selama 5 hari, sejak Senin (14/7/2025) hingga Jumat (18/7/2025).

Kompetisi yang diikuti oleh tim-tim paduan suara dari berbagai negara ini diselenggarakan oleh The World Youth and Children Choral Artists’ Association (WYCCAA). Kompetisi ini terdiri dari 14 kategori, yang dinilai oleh lebih dari 20 juri internasional. Setelah melalui proses penjurian yang ketat, Voca Erudita berhasil membawa pulang lima penghargaan bergengsi.

Penghargaan tersebut meliputi Champion of Mixed Choir Category (agenda 29 or below) – B3 dan Champion of Folklore Choir Category – E2. Selain itu, Voca Erudita juga meraih Best Mixed Choir Award, Best Folk Song Performance Award – Mdm. Barbara Fei Memorial Trophy, dan Jury’s Award. Capaian ini mengukuhkan posisi Voca Erudita sebagai PSM terbaik di kancah internasional.

Junior Alfa Andrison Souhuwat selaku Ketua PSM Voca Erudita UNS menyampaikan rasa puas dan bangga atas pencapaian ini. Semua persiapan yang dilakukan sejak bulan Maret lalu benar-benar dibayar tuntas dengan penampilan yang luar biasa. Para juri dan masyarakat Hong Kong turut memberikan beragam pujian saat menonton penampilan Voca Erudita.

“Ini membuktikan bahwa kami bukan hanya menyajikan penampilan, tetapi kami membawa hal baik yang dapat dipertontonkan dengan luar biasa di kancah Internasional,” ujar Alfa kepada uns.ac.id, Jumat (18/7/2025).

Ajang 2025 World Choir Festival Hong Kong sendiri digelar di dua panggung utama, yakni Hong Kong Cultural Centre Concert Hall dan Tsuen Wan Town Hall Auditorium. Pada kategori Mixed Choir, Voca Erudita membawakan karya Felix Mendelssohn berjudul Ehre Sei Gott in der Höhe dan karya Lorenzo Donati berjudul Noche. Sementara di kategori Folklore, mereka membawakan lagu Tutu Koda karya Agnes Hapsari dan Lissoi aransemen Ken Steven. Penampilan ini mengantarkan mereka ke babak final Grand Prix bersama para juara kategori lainnya.

“Tutu Koda sendiri merupakan lagu dari Nusa Tenggara Barat, itu ada kaitannya juga dengan kostum yang kami gunakan disana. Lissoi merupakan lagu dari Sumatera Utara. Lagu yang menceritakan sebuah kebersamaan dan persaudaraan yang kuat dari suku Batak,” terang Alfa.

Voca Erudita kembali tampil memukau pada babak Grand Prix dengan lagu O Magnum Mysterium karya Javier Busto dan Gayatri karya Bagus S. Utomo. Melalui penampilan tersebut, mereka tak hanya menampilkan keindahan vokal, tetapi juga menyampaikan pesan budaya dan spiritualitas dari Indonesia.

Prestasi ini merupakan hasil dari proses panjang dan latihan intensif yang dilakukan oleh 37 penyanyi, dua konduktor, dan tim pendukung. Ardian Dika Adhyatma memimpin penampilan pada kategori Mixed Choir, sementara Redi Sabtono membimbing kategori Folklore. Kolaborasi ini menciptakan harmoni yang kuat dalam setiap penampilan mereka.

Voca Erudita menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga, warga kampus UNS, alumni, mitra, dan masyarakat Indonesia. Dukungan dari berbagai pihak diyakini menjadi kunci keberhasilan mereka dalam kompetisi ini. Mereka berharap pencapaian ini dapat menginspirasi anak muda Indonesia lainnya untuk berprestasi di level global.

Kemenangan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia memiliki daya saing tinggi dalam bidang seni dan budaya. Semangat kolaborasi, kerja keras, dan cinta pada musik menjadi fondasi utama keberhasilan mereka di ajang dunia. Voca Erudita membuktikan bahwa suara anak muda Indonesia dapat menggema hingga ke panggung internasional. Dengan membawa semangat budaya dan nasionalisme, mereka terus mempertahankan tradisi juara di level internasional.
Humas UNS