Puncak Acara Civilweek UNS 2024 Selenggarakan Seminar Internasional dan Penghargaan Pemenang Kompetisi

Puncak Acara Civilweek UNS 2024 Selenggarakan Seminar Internasional dan Penghargaan Pemenang Kompetisi

UNSCivilweek Universitas Sebelas Maret (UNS) 2024 telah mencapai puncaknya pada Sabtu (23/11/2024). Kegiatan pada hari ini mencakup International Seminar & Closing Ceremony yang bertempat di Ballroom Gedung Ki Hadjar Dewantara Tower UNS. “Urban Public: Transport as a Catalyst for Economic Growth in Urban Areas” menjadi tema yang didiskusikan dalam seminar. Pengumuman para pemenang kompetisi sekaligus penutupan Civilweek UNS 2024 menjadi agenda pada Closing Ceremony di Sabtu Sore.

Seminar Internasional Civilweek UNS 2024 merupakan salah satu rangkaian acara yang diselenggarakan oleh para Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Sipil Fakultas Teknik (FT) UNS yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) FT UNS. Membuka acara ini, Wakil Dekan Akademik dan Penelitian FT UNS, Prof. Dr. Ir., Eko Surojo, S.T., M.T., menyampaikan bahwa transportasi publik di kawasan perkotaan telah menjadi salah satu elemen krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Di tengah dinamika urbanisasi yang pesat, transportasi publik tidak hanya berperan sebagai sarana mobilitas, tetapi juga sebagai penggerak utama pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini menghadirkan pakar nasional hingga internasional yang diundang sebagai pembicara. Prof. Ir. Ary Setyawan, M.Sc. Ph.D., menjadi moderator memimpin jalannya diskusi dalam seminar. Beliau merupakan akademisi FT UNS yang juga menjabat sebagai Direktur Direktorat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) UNS.

Prof. Akimasa Fujiwara, salah satu narasumber yang merupakan President of Eastern Asia Society for transportation Studies (EASTS). Tory Damantoro, B.A.Sc., MPMM., M.Sc., merupakan narasumber berikutnya yang dengan latar belakang Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI). Salah seorang akademisi FT UNS yang turut menjadi pembicara adalah Ir. Budi Yulianto, S.T., M.Sc., Ph.D.

Peserta seminar menyaksikan proses diskusi secara langsung dan online melalui Zoom Cloud Meeting. Prof. Akimasa Fujiwara dalam kesempatan ini menyampaikan gambaran fenomena budaya bepergian dengan kemacetan. Pembangunan fasilitas kereta api di pinggiran kota, misalnya, memungkinkan sebagian masyarakat dengan ekonomi rendah untuk dapat bepergian ke pusat kota. Berkembangnya sebuah kota turut menggandeng fasilitas transit intermoda dan kawasan transit. Area di sekitar titik transit merupakan sebuah kawasan yang potensial bagi pengembangan suatu perkotaan. Hal ini berkaitan dengan kemudahan akses yang ditawarkan dengan adanya fasilitas transit di kawasan Transit Oriented Development (TOD).

“Dalam fenomena tersebut, TOD menyebabkan pembangunan kota-kota baru di sepanjang jalur kereta api. Budaya bepergian dari pinggiran kota ke pusat kota dengan ini menjadi sangat mengakar,” tutur Prof. Akimasa Fujiwara.

Kemajuan zaman mendorong adanya perkembangan TOD menjadi Mobility-Oriented Development. Prof. Akimasa Fujiwara memaparkan bahwa ini merupakan pendekatan pengembangan perkotaan inovatif untuk era mobilitas baru yang memajukan TOD abad ke-20 dengan memanfaatkan layanan mobilitas baru seperti layanan transportasi yang terkoordinasi dan terintegrasi.

“MOD bertujuan untuk mengatur perkotaan yang beradaptasi terhadap permintaan yang berfluktuasi melalui platform “sistem dari sistem” yang lebih berpusat pada penduduk. Termasuk penerapan sistem infrastruktur seperti data-komunitas-fasilitas, dan kemitraan publik-swasta untuk aplikasi,” tambahnya.

Tory Damantoro dalam sesinya membahas mengenai topik “Angkutan Umum dan Ekonomi Perkotaan di Indonesia”. Materi ini menjadi pembanding temuan-temuan di Jepang yang telah disampaikan oleh Prof. Akimasa Fujiwara. Kehadiran MTI menjadi ruang berpikir pengembangan transportasi berkelanjutan di Indonesia. MTI telah menjadi mitra utama pemerintah dan pemangku kepentingan dalam proses perumusan, penerapan, serta dialog kebijakan transportasi berkelanjutan yang berbasis pada penelitian. Mereka turut menjadi garda depan dalam kampanye kesadaran publik terhadap hal ini.

“MTI melibatkan para profesional transportasi untuk menangani tantangan transportasi Indonesia secara berkelanjutan melalui penelitian, dialog kebijakan, dan kampanye kesadaran publik baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Tory.

Tory mewakili MTI menyampaikan rekomendasi peningkatan peran angkutan umum pada ekonomi perkotaan. Angkutan umum yang terjangkau, aksesibel, serta terintegrasi akan menurunkan biaya transportasi dan meningkatkan belanja rumah tangga untuk investasi yang lebih produktif. Transportasi umum yang efisien mengurangi kebutuhan pembangunan jalan baru atau fasilitas parkir, meningkatkan ruang investasi sektor lain sehingga menurunkan Incremental Capital Output Ratio (ICOR). Akses transportasi yang lebih baik meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan perkotaan.

Selaku pembicara terakhir, Ir. Budi Yulianto selaku akademisi menilai bahwa transportasi di wilayah perkotaan merupakan salah satu sektor vital dalam menunjang mobilitas penduduk dan aktivitas ekonomi. Tantangan sektor transportasi, khususnya di Indonesia, mencakup sistem manajemen transportasi dan ruang untuk infrastruktur transportasi. Kedua hal ini menjadi penting dalam menciptakan pembangunan sistem yang efektif.

Usai seminar internasional terselenggara, Civilweek UNS 2024 mengumumkan para pemenang kompetisi dari masing-masing kategori. Beberapa kategori yang dilombakan adalah Bridge Modelling Competition, Building Design Competition, National Geotechnic Competition, National Tender Competition, International Concrete Competition, serta National Paper Competition.
Humas UNS

Reporter: R. P. Adji