Universitas Sebelas Maret (UNS) telah mengadopsi kebijakan yang mendukung telecommuting atau bekerja dari jarak jauh bagi para pegawainya. Kebijakan ini tidak hanya memudahkan pegawai dalam melaksanakan tugas mereka, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan waktu dan biaya perjalanan yang dapat menjadi beban bagi banyak karyawan.
Dengan mengurangi mobilitas karyawan, emisi gas rumah kaca akibat transportasi dapat ditekan secara signifikan. Hal ini sejalan dengan upaya UNS dalam menciptakan kampus hijau dan mengurangi dampak perubahan iklim. Kurangnya kendaraan bermotor yang lalu lalang di sekitar kampus juga akan berkontribusi pada peningkatan kualitas udara, baik di lingkungan kampus maupun di kota Surakarta secara umum. Selain itu, memfasilitasi kerja jarak jauh dapat membantu mengurangi kemacetan lalu lintas, terutama di jam-jam sibuk. Hal ini relevan dengan upaya mewujudkan kota dan permukiman yang berkelanjutan dalam SDGs 11.
Dengan penerapan telecommuting, pegawai UNS dapat mengatur jadwal kerja yang lebih efisien, sehingga memungkinkan mereka untuk menyeimbangkan antara tanggung jawab pekerjaan dan kehidupan pribadi. Hal ini juga berdampak positif pada kesejahteraan mental dan fisik pegawai, karena beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa karyawan yang bekerja jarak jauh cenderung lebih produktif dan memiliki tingkat stres yang lebih rendah.
UNS juga mendorong penggunaan teknologi informasi untuk mendukung aktivitas pembelajaran dan administrasi, sehingga mempermudah pegawai dalam melaksanakan tugas mereka dari lokasi yang berbeda.
Memfasilitasi kerja jarak jauh merupakan langkah strategis yang dapat diambil oleh UNS untuk mewujudkan kampus hijau dan berkelanjutan. Kebijakan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga meningkatkan produktivitas karyawan dan daya tarik UNS sebagai institusi pendidikan tinggi.



















