Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof. Dr. Hartono, memimpin prosesi Wisuda Periode VIII Tahun 2026 yang meluluskan 1.391 wisudawan di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram pada Sabtu (26/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Rektor menyampaikan empat pesan penting bagi para lulusan: belajar sepanjang hayat, kemampuan beradaptasi, tidak takut gagal, serta mengimplementasikan Prasetya Alumni UNS.
UNS — Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., menyampaikan sejumlah pesan kepada para lulusan yang mengikuti Wisuda Periode VIII Tahun 2026 di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS, Sabtu (26/9/2026). Dalam prosesi wisuda ini, turut hadir Guru Besar Bidang Manajemen Risiko Keuangan dan Pasar pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI), sekaligus Alumnus FEB UNS tahun 1997, Prof. Zaafri Husodo, M.B.A., Ph.D. Kehadiran Prof. Zaafri dalam kesempatan tersebut turut memberikan motivasi dan inspirasi kepada para lulusan dalam mempersiapkan langkah mereka setelah menyelesaikan pendidikan di UNS.
Pada periode ini, UNS meluluskan sebanyak 1.391 wisudawan dan wisudawati dari berbagai program pendidikan. Dengan bertambahnya lulusan tersebut, jumlah alumni UNS hingga saat ini telah mencapai sekitar 289.859 orang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
“Para alumni UNS tersebar dari Sabang sampai Merauke dan menempati berbagai posisi strategis, baik di pemerintahan maupun sektor swasta,” ujar Prof. Hartono.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Hartono juga menyampaikan kebanggaannya atas kiprah para alumni UNS yang terus berkembang dan memberikan kontribusi di berbagai bidang. Salah satunya adalah Dr. Didiek Hartantyo, yang pada wisuda kali ini dikukuhkan sebagai doktor. Dr. Didiek Hartantyo pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) periode 2020–2025.
Menurut Prof. Hartono, perjalanan pendidikan dan karier Dr. Didiek Hartantyo menjadi salah satu contoh bahwa proses belajar dapat membawa seseorang menempuh perjalanan panjang hingga mencapai posisi strategis.
“Beliau merupakan alumnus FEB UNS lulus tahun 1985. Pernah menjadi Direktur Utama Kereta Api Indonesia periode 2020–2025,” ungkap Prof. Hartono.
Selain itu, Prof. Hartono juga bangga dengan kehadiran salah satu alumnus UNS yaitu Prof. Zaafri Husodo, M.B.A, Ph.D. Prof. Hartono mengucapkan terima kasih kepada Prof. Zaafri yang telah mewakili Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNS untuk memberikan motivasi kepada para lulusan.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Hartono kembali menegaskan terkait dengan pesan penting yang disampaikan oleh Prof. Zaafri.
Pesan pertama yang disampaikan Prof. Hartono kepada para wisudawan adalah pentingnya belajar sepanjang hayat. Ia menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan momentum untuk memasuki tahap pembelajaran berikutnya. Pembelajaran tersebut dapat diperoleh melalui pengalaman, pekerjaan, lingkungan, maupun berbagai tantangan kehidupan.
“Kita harus senantiasa belajar sepanjang hayat. Tidak cukup ketika selesai wisuda kemudian selesai belajar. Baik sarjana, magister, bahkan doktor sekalipun, ketika mencapai posisi direktur utama, profesor, atau bahkan rektor, sebaiknya tetap terus belajar untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan sosial kita,” jelasnya.
Pesan kedua adalah kemampuan beradaptasi. Prof. Hartono mengatakan bahwa perjalanan kehidupan tidak selalu berlangsung sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Karena itu, kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan menjadi salah satu modal penting bagi para lulusan dalam menghadapi dunia yang dinamis.
Prof. Hartono mencontohkan perjalanan Prof. Zaafri yang pada awalnya memiliki cita-cita menjadi pengusaha, tetapi kemudian menjalani profesi sebagai dosen. Meskipun jalur yang ditempuh berbeda dari rencana awal, kemampuan beradaptasi justru membawanya mencapai prestasi dan jenjang karier yang tinggi.
“Perjalanan hidup itu tidak selalu sesuai dengan apa yang kita cita-citakan. Kita harus mampu berkompromi dengan keadaan dan beradaptasi. Dari proses itulah kita bisa tetap berprestasi dan mencapai apa yang menjadi tujuan kita,” tuturnya.
Prof. Hartono menilai kemampuan beradaptasi menjadi semakin penting bagi para lulusan karena mereka akan menghadapi lingkungan yang terus berubah. Bekal ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi perlu dipadukan dengan kemauan untuk terus belajar dan kemampuan membaca perubahan.
Pesan ketiga yang ditekankan Rektor UNS adalah jangan takut gagal. Menurutnya, kegagalan merupakan bagian dari proses pembelajaran yang dapat membentuk seseorang menjadi lebih kuat dan matang dalam menghadapi berbagai persoalan.
Ia mengajak para wisudawan untuk tidak menjadikan kegagalan sebagai alasan untuk berhenti. Sebaliknya, kegagalan perlu dijadikan bahan evaluasi agar seseorang dapat belajar, memperbaiki diri, dan kembali berusaha.
“Jangan takut gagal. Kalau kita bertanya kepada orang yang kita anggap sukses atau berhasil, apakah mereka pernah gagal? Jawabannya hampir pasti pernah. Termasuk saya, pernah gagal. Dan gagal itu penting untuk mencapai kesuksesan,” tegasnya.
Prof. Hartono menambahkan, pengalaman menghadapi kegagalan dan terus berusaha untuk bangkit akan memperkaya proses belajar seseorang. Setiap pengalaman, baik keberhasilan maupun kegagalan, dapat menjadi bagian dari proses pengembangan kemampuan dalam menghadapi tantangan berikutnya.
Pesan keempat adalah mengimplementasikan Prasetya Alumni UNS. Prof. Hartono mengingatkan agar ikrar yang telah diucapkan para wisudawan dalam prosesi wisuda tidak berhenti sebagai hafalan atau seremoni semata.
Menurutnya, Prasetya Alumni harus diwujudkan dalam perilaku, integritas, karya, dan kontribusi para lulusan setelah kembali ke tengah masyarakat. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi alumni dalam menjalankan profesi sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya.
“Tadi kalian sudah mengikrarkan Prasetya. Tolong tidak hanya dihafalkan, tidak hanya diingat-ingat, tetapi diimplementasikan. Insyaallah kalian nanti akan berhasil dan akan menjadi harapan kita semua,” pesan Prof. Hartono.
Ia berharap para lulusan UNS mampu membawa nama baik almamater melalui karya dan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Keberhasilan alumni, menurutnya, tidak hanya tercermin dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari sejauh mana ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama berada di UNS dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
“Jadilah alumni yang membanggakan almamater, membanggakan keluarga, serta memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.
HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Berapa jumlah lulusan pada Wisuda Periode VIII UNS Tahun 2026?
Pada periode ini, UNS meluluskan sebanyak 1.391 wisudawan dan wisudawati dari berbagai program pendidikan. Lihat di artikel
Apa saja pesan yang disampaikan Rektor UNS kepada para wisudawan?
Rektor UNS menyampaikan empat pesan utama yaitu belajar sepanjang hayat, kemampuan beradaptasi, jangan takut gagal, serta mengimplementasikan Prasetya Alumni UNS. Lihat di artikel
Siapa tokoh alumni UNS yang hadir memberikan motivasi pada wisuda tersebut?
Prof. Zaafri Husodo, M.B.A., Ph.D., yang merupakan Guru Besar FEB UI sekaligus alumnus FEB UNS 1997 hadir memberikan motivasi kepada para lulusan. Lihat di artikel


















