Prof. Siska Desy Fatmaryanti, Alumnus Berprestasi FMIPA UNS Sekaligus Guru Besar Perempuan Pertama di UMPWR

Prof. Siska Desy Fatmaryanti, Alumnus Berprestasi FMIPA UNS Sekaligus Guru Besar Perempuan Pertama di UMPWR

UNS – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta senantiasa berupaya mencetak lulusan terbaik. Dalam pengembangan ilmu pengetahuan, peran tersebut dibuktikan oleh Prof. Dr. Siska Desy Fatmaryanti, M.Si., yang merupakan Alumnus Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS. Beliau baru saja dikukuhkan sebagai Guru Besar di Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) di usia 43 tahun. Ini menjadi capaian mengesankan mengingat Prof. Siska merupakan Guru Besar Perempuan Pertama UMPWR.

Prosesi pengukuhan berlangsung di UMPWR, di mana Prof. Siska menyampaikan pidato berjudul “Transformasi Pembelajaran Abad ke-21: Integrasi Model dan Media Pembelajaran Berbasis Technology, Pedagogic, Content and Knowledge (TPACK) untuk Pendidikan Inklusif dan Berkelanjutan”. Sebagai seorang akademisi dengan kepakaran di bidang pengembangan model pembelajaran dan media berbasis TPACK, Prof. Siska menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam pendidikan guna meningkatkan keterampilan abad ke-21.

Perjalanan Akademik dan Karier

Prof. Siska Desy Fatmaryanti, M.Si., lahir di Solo dan menempuh pendidikan tinggi di UNS. Beliau mengambil program sarjana di Ilmu Fisika FMIPA UNS pada tahun 1998-2002. Studi magisternya berlangsung di Ilmu Fisika Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2003-2006. Gelar doktor diraihnya dalam Pendidikan IPA UNS pada 2014-2018. Sejumlah pengalaman organisasi ia miliki selama berkuliah di UNS. Diantaranya, Prof. Siska pernah menjadi pengurus Organisasi Kemahasiswaan SKI FMIPA UNS pada Divisi Jurnalistik dan Humas.

Beliau juga sempat mengemban sejumlah tugas manajerial, di antaranya sebagai Kepala Unit Pengembang Pendidikan UMPWR (2016-2018), Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (2018-2019), dan Wakil Rektor Bidang Akademik UMPWR (2019-2023). Pada organisasi kemasyarakatan, saat ini beliau menjabat sebagai Ketua Majelis PAUDDASMEN Pimpinan Cabang Aisyiyah Kutoarjo dan anggota PAUDDASMEN Pimpinan Daerah Aisyiyah Purworejo. Atas dedikasinya, Prof. Siska telah meraih berbagai penghargaan, termasuk Dosen Berprestasi UMPWR pada 2018, peringkat kedua Academic Leader LLDIKTI VI (2022), serta Penghargaan Alumni UNS Berprestasi (2023).

Dedikasi Prof. Siska Mengintegrasikan TPACK dalam Pembelajaran Abad ke-21

Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Siska menyoroti bagaimana pendekatan TPACK dapat meningkatkan literasi digital, keterampilan berpikir kritis, serta komunikasi ilmiah dalam pembelajaran. Ia mengungkapkan bahwa penerapan model ini memungkinkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna, sesuai dengan kebutuhan zaman.

“Dalam pembelajaran berbasis TPACK, literasi digital tidak hanya menjadi hasil sampingan tetapi juga bagian integral dari proses pembelajaran. Literasi digital merupakan keterampilan esensial yang harus dimiliki peserta didik dalam menghadapi tantangan abad ke-21,” jelasnya.

Beliau juga menyoroti penelitian yang telah dilakukannya, termasuk bagaimana laboratorium virtual berbasis inkuiri mampu meningkatkan keterampilan sains dan komunikasi ilmiah siswa. Selain itu, penerapan project-based learning berbasis TPACK dinilai dapat memperkuat keterampilan problem-solving siswa dengan pendekatan berbasis teknologi. Hasil-hasil riset beliau tentang pembelajaran berbasis TPACK dan pembelajaran Abad ke-21 selama kurang lebih 7 tahun terakhir ini tertuang pada 7 buku, 3 paten dan 5 karya cipta alat peraga yang telah dihasilkan.

Membangun Pendidikan yang Inklusif dan Berkelanjutan

Prof. Siska juga menyoroti tantangan kesenjangan akses pendidikan dan bagaimana teknologi dapat berperan dalam menciptakan sistem pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satu implementasi konkret dari konsep ini adalah pengembangan laboratorium jarak jauh untuk santri di pesantren, yang memungkinkan mereka mengakses teknologi dan ilmu pengetahuan tanpa meninggalkan lingkungan belajar mereka.

“Terinspirasi dari kalimat sahabat Nabi, Umar bin Khattab, ‘Jadikanlah dunia di tanganku, bukan di hatiku,’ kami mengusung konsep bring the world into our hand. Kami ingin membantu para santri mengakses dunia luar melalui model pembelajaran laboratorium jarak jauh. Dan rencana kedepan model pembelajaran ini dapat digunakan untuk siswa-siswa di wilayah terpencil agar tetap dapat mengakses perkembangan teknologi,” ujarnya.

Selain itu, teknologi adaptif berbasis Internet of Things (IoT) juga diterapkan dalam pendidikan inklusif di SLB Muhammadiyah melalui program DifaGreenTech, yang melatih kemandirian siswa berkebutuhan khusus melalui sistem penyiraman dan pemupukan otomatis di kebun sekolah.

Masa Depan Pendidikan Berbasis TPACK

Ke depan, Prof. Siska berharap bahwa penerapan teknologi canggih seperti virtual reality, augmented reality, dan learning analytics semakin memperkaya pendidikan berbasis TPACK. Dengan demikian, sistem pendidikan di Indonesia dapat semakin inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Pengukuhan Prof. Siska Desy Fatmaryanti, M.Si., sebagai Guru Besar di UMPWR sekaligus menjadi bukti kontribusi alumni UNS dalam dunia akademik dan pendidikan tinggi di Indonesia. Dedikasi dan kiprahnya menjadi inspirasi bagi generasi akademisi selanjutnya dalam memajukan pendidikan berbasis teknologi di tanah air.

Humas UNS