Mahasiswa MBKM Teknik Mesin UNS Berikan Pelatihan Optimalisasi Operasional Irigasi dan Pemasangan Jaring Hama di Boyolali

UNS— Mahasiwa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam kelompok Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik memberikan pelatihan optimalisasi operasional Irigasi dan Pemasangan Jaring Hama pada Warga Mangkubumen, Tegalrejo, Sawit, Boyolali. Kelompok MBKM Mahasiswa itu terdiri dari Lusiana Anggun, Riones Salamo, Yanuar Roihan, Andrea Puspa, Rendi Ega, Rendy Bramastya, Arya Yudha, Chandra Aji, Aqila Eka, dan Lovian Anjely dengan Dosen Pembimbing Dr. Eng. Aditya Rio Prabowo, S.T., M.T., M.Eng.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari program sebelumnya yang sudah dilakukan secara rutin di Kampung Lele Boyolali sejak tahun 2022 yang berfokus pada permasalahan yang dialami Masyarakat dan dikorelasikan dengan studi Teknik Mesin. Hal ini bertujuan untuk para mahasiswa menerapkan hasil pembelajaran secara teori di kelas untuk diterapkan di masyarakat khususnya masalah pembudidayaan Ikan Lele.

“Secara langsung mahasiswa dapat menerapkan ilmu Teknik Mesin yang didapat di kelas untuk diterapkan langsung di masyarakat. Namun prosesnya juga harus bertahap seperti memperhatikan permasalahan, problem solving kritis dan praktis, perencanaan dan perhitungan, implementasi,” ungkap Dosen Pembimbing, Dr. Eng. Aditya Rio kepada uns.ac.id, Selasa (23/7/2024).

Pelaksanaan proyek di desa ini diawali sejak Maret 2024 dengan survey lokasi, pemetaan kondisi kolam budidaya, dan diskusi dengan kelompok pembudidaya. Selanjutnya tim melakukan penerapan pada desain serta dilakukan perhitungan teknis dan simulasi kekuatan menggunakan software. Setelah itu mempersiapkan bahan dan alat untuk di lakukan pemasangan di kolam percontohan. Pada 11 Mei 2024 dilaksanakan sosialisasi mengenai pelatihan optimalisasi irigasi dan pemasangan jaring pengendali hama hewan yang dilanjutkan dengan pengenalan bahan serta peralatan yang dibutuhkan. Sehingga kelompok pembudidaya juga mengenal secara langsung bahan dan peralatan yang akan digunakan untuk kegiatan selanjutnya.

Pada 26 Mei 2024, dilaksanakan pelatihan secara langsung dan penerapan teknologi yang dirancang pada kolam budidaya. Pemasangan saluran irigasi dilakukan secara bersama-sama antara kelompok pembudidaya dan mahasiswa MBKM begitu juga pemasangan jaring. Irigasi yang diterapkan ini sangat praktis namun memberikan dampak yang bagus, di mana control kualitas air dapat lebih cepat dibanding sebelumnya. Begitu juga pemasangan jaring ini memiliki desain yang praktis dalam berbagai kondisi baik saat bibit, pembesaran, dan panen. Selanjutnya tim melakukan pendampingan dan monitoring berkala atas penggunaan teknologi yang digunakan setiap 2 hari sekali, hal ini berkaitan dengan evaluasi dan rencana tahap lanjut.

Ketua Kelompok Pembudidaya Kampung Lele, Tri menyambut antusias atas program proyek di desa yang dilaksanakan Tim MBKM Teknik Mesin UNS ini. Kelompok pembudidaya mengikuti dan memperhatikan secara serius baik saat pelatihan maupun penerapan secara mandiri di Kolam Budidaya. “Pembudidaya disini sangat terima kasih atas pelatihan yang diberikan untuk irigasi dan jaring ini. Hal ini sangat bermanfaat untuk kontrol kualitas air di kolam dan mengurangi kerugian karena hama burung yang mencapai 20% pada setiap periode budidaya. Jadi dengan adanya program MBKM dari Teknik Mesin UNS ini pembudidaya sangat terbantu,” ungkap Tri. HUMAS UNS

Redaktur: Dwi Hastuti