Tim RG Metabolic Disorder Farmasi UNS Gelar Edukasi Dagusibu Obat Umum dan Antibiotik

Tim RG Metabolic Disorder Farmasi UNS Gelar Edukasi Dagusibu Obat Umum dan Antibiotik
Tim RG Metabolic Disorder Farmasi UNS Gelar Edukasi Dagusibu Obat Umum dan Antibiotik

UNS – Tim Riset Group Metabolic Disorder (RG MD) S-1 Farmasi dan Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) FMIPA UNS mengadakan penyuluhan edukasi Dagusibu (Dapatkan Gunakan Simpan dan Buang) obat secara umum. Tidak hanya itu, tim RG MD juga memberikan edukasi spesifik terkait dengan antibiotik guna mencegah penyebaran bakteri resisten akibat penggunaan antibiotik yang tidak sesuai anjuran atau sembarangan. Penyuluhan ini dilakukan di Desa Randusari, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta dan dihadiri oleh warga RW 02 dan kader Posyandu aktif.

Tim RG MD diketuai oleh Dr. apt. Nestri Handayani, S.Si., M.Si. dan beranggotakan apt. Vinci Mizranita, S.Farm., M.Pharm., Ph.D.; apt. Inayatush Sholihah, S.Farm. M.Clin.Pharm.; serta apt. Novita Dhewi Ikakusumawati, S.Farm. M.Clin.Pharm.

Dr. apt. Nestri Handayani, S.Si. mengatakan, kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai Dagusibu dan penggunaan antibiotik yang bijak menjadi permasalahan yang perlu diperhatikan. Penggunaan antibiotik yang bijak merujuk pada penggunaan antibiotik secara rasional, dengan mempertimbangkan dampak munculnya dan penyebaran bakteri resisten.

“Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan obat secara benar yang mencakup prosedur mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang sisa obat sangat berbahaya. Kesalahan ini apalagi untuk obat antibiotik akan berpengaruh fatal bagi konsumen, mengganggu keseimbangan ekosistem, dan merugikan masyarakat,” terang Dr. apt. Nestri kepada uns.ac.id, Jumat (28/6/2024).

Kegiatan ini diadakan pada tanggal 18 Mei 2024 lalu secara tatap muka di Dusun Randusari, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Sebanyak 29 kader Posyandu dusun setempat menghadiri acara tersebut bersama dengan Ketua RW 02 yang memberikan sedikit sambutannya. Materi disampaikan dengan bantuan leaflet, powepoint, dan buku saku mengenai Dagusibu obat secara umum dan Obat Antibiotik. Peserta yang aktif bertanya dan berdiskusi diberikan doorprize. Peserta yang mengikuti acara tersebut sangat antusias dengan aktif bertanya dan berdiskusi dengan pemandu acara dan pemateri.

HUMAS UNS

Redaktur: Dwi Hastuti