whatsapp-image-2016-10-10-at-13-33-23

Mohtar Yunianto menjelaskan bentuk alat deteksi banjir berbasis android bernama SMART FEWS (Smart Flood Early Warning System).

Dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Mohtar Yunianto kembangkan alat deteksi banjir berbasis android bernama SMART FEWS (Smart Flood Early Warning System). Inspirasi pembuatan alat deteksi banjir ini muncul dari seringnya sungai Bengawan Solo yang dekat dengan kampus UNS meluap. Dari ide tersebut, akhirnya sejak tahun 2011 Mohtar bersama delapan anggota timnya melakukan penelitian di sejumlah lokasi sungai Bengawan Solo.

Dalam penelitian tersebut, Mohtar bersama timnya mendapati alat pemantau banjir yang terpasang, namun tidak berfungsi. Bermula dari keadaan tersebut, Mohtar kemudian membuat alat deteksi banjir yang dinamai SMART FEWS. Berbeda dengan alat deteksi banjir sebelumnya, SMART FEWS dilengkapi sensor yang apabila perangkat tersebut dicuri akan mengirimkan tanda ke pengelola server.

SMART FEWS ini berfungsi memantau ketinggian permukaan air sungai yang berpotensi menimbulkan banjir secara real time. Alat ini dapat memberikan informasi melalui pesan singkat atau SMS, gateway, android dan website. Selain itu, SMART FEWS juga dapat menampilkan data status, ketinggian permukaan air sungai per hari, per bulan dan per tahun untuk kepentingan analisis perairan.

untitled

Grafik Monitoring Sistem Peringatan Dini Bencana Banjir yang ditampilan di laman http://banjir.mitigasi.com.

Aplikasi SMART FEWS ini dapat diunduh melalui website http://banjir.mitigasi.com. Nantinya, hasil ketinggian permukaan air harian, bulanan dan tahunan, kondisi perairan serta level air akan ditampilkan dalam bentuk peta pada Google map. Aplikasi ini pun mudah didapatkan oleh semua pengguna android, dengan cara menginstal SMART FEWS terlebih dahulu.

Pada pengembangannya mendatang, Mohtar bersama timnya berencana mengembangkan aplikasi SMART FEWS buatannya dengan alat pendeteksi bencana tanah longsor buatan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Menurutnya, hal ini dilakukan untuk menambah fungsi SMART FEWS agar lebih beragam, seperti misalnya untuk pendeteksi longsor, curah hujan, dan lain sebagainya. Smart FEWS sendiri, kini telah terpasang di 10 lokasi, yaitu delapan titik di Sungai Bengawan Solo dengan anak-anak sungainya dan di sungai Kab. Ponorogo, Jawa Timur. [](afifah.red.uns.ac.id)