UNS — Dalam upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi, kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan sosialisasi branding produk tanaman hias. Kegiatan tersebut dilakukan oleh tim KKN UNS kelompok 43 yang berlokasi di Kelurahan Baran, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang pada Sabtu (13/2/2021). UNS yang saat ini menerapkan KKN secara hybrid atau luring dan daring dimanfaatkan baik oleh mereka dalam menginisiasi berbagai program kerja.

Ketua KKN UNS kelompok 43, Adimas Rosi Putra Istanto mengatakan bahwa tema branding produk ini dipilih karena banyak masyarakat di Kelurahan Baran yang memiliki usaha tanaman hias. Acara ini diikuti oleh berbagai masyarakat setempat yang menggeluti usaha tanaman hias.

“Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk membantu pelaku tanaman hias dalam menarik minat konsumen yang dilakukan secara daring melalui online shop atau market place seperti Shopee. Hal ini juga menjadi salah satu upaya agar masyarakat atau calon pembeli bisa mengalihkan rutinitas berlibur dengan membeli dan merawat tanaman hias di rumah,” tuturnya.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UNS kelompok 43, Dr. Yudi Rinanto selalu memberikan arahan dalam keberjalanan program.
“Dalam penyampaian materi sangat perlu menggunakan koneksi internet untuk praktik secara real time,” ungkap Dr. Yudi.

Sementara itu, materi sosialisasi branding produk tanaman hias disampaikan oleh tiga mahasiswa KKN UNS kelompok 43 yakni Agi Deswantoko, Avi Juniarta, dan Adimas Rosi Putra Istanto. Materi sosialisasi di antaranya mengenai teknik fotografi dan mini studio, packaging, pembuatan logo, cara membuat denah lokasi di Google Maps, dan cara pemasaran produk tanaman hias melalui Shopee.

“Waktu favorit untuk mengambil gambar adalah sekitar 10:00-12:00 pagi, tapi tergantung juga pada cuaca hari itu juga,” jelas Adimas pada materi fotografi.

Cuaca memang berpengaruh pada intensitas cahaya alami dari matahari yang digunakan untuk penerangan dalam pengambilan foto produk. Apabila cuaca sedang mendung maka dalam pengambilan produk perlu menggunakan cahaya tambahan dari lampu.

Kemudian, materi mengenai pengemasan tanaman disampaikan oleh Agi Deswantoko. Ia menjelaskan bahwa dalam pengemasan perlu memperhatikan beberapa hal antara lain jenis tanaman yang dapat dikirim dalam kondisi ekstrem, teknik pengemasan yang baik, dan bahan kemasan yang kuat dan kokoh untuk menjaga tanaman agar tidak rusak.

Lalu, pada materi pembuatan logo, pelaku usaha dapat memanfaatkan aplikasi gratis seperti Canva untuk membuat logo usaha tanaman hias yang mereka miliki.

“Pemanfaatan market place seperti Shopee diharapkan dapat mampu meningkatkan daya jual produk tanaman hias. Cara penggunaan aplikasi Shopee cukup terbilang mudah hanya dengan membuat akun Shopee, mengunggah foto produk dan mengisi kolom deskripsi produk maka produk sudah siap diiklankan di aplikasi tersebut,” terang Avi Juniarta.

Melalui kegiatan ini, tim KKN UNS kelompok 43 berharap dapat meningkatkan daya jual tanaman hias yang nantinya dapat berdampak bagi perekonomian masyarakat Kelurahan Baran, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti