UNS — Mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil torehkan prestasi di tingkat nasional. Ia adalah Salman Al Farisi yang mengusung tema digitalisasi budaya dalam lomba desain poster nasional. Melalui karyanya ini, Ia berhasil merebut predikat juara 2 pada kompetisi yang bertajuk DOKAR (Donasi Sambil Berkarya) VII yang diselenggarakan oleh Klub Paduan Angklung Institut Teknologi Bandung.

Salman menceritakan bahwa pesan yang diusung dalam karyanya mengenai bagaimana seharusnya khazanah budaya Indonesia disampaikan dan diwariskan kepada generasi penerus.

“Era yang semakin berkembang menuntut para penggiat budaya untuk bisa adaptif dengan situasi dan kondisi. Maka dari itu, budaya perlu disampaikan menggunakan pendekatan yang diterima dan dipahami oleh generasi penerima saat ini, yaitu melalui teknologi modern dengan media digital. Dengan kerja sama yang apik antara pegiat budaya dan pengembang platform digital, bukan tidak mungkin budaya-budaya yang telah lama ditinggalkan akan hidup kembali,” tutur Salman, Selasa (26/1/2021).

Mahasiswa yang pandai mengoperasikan aplikasi atau software desain tersebut menambahkan bahwa melalui digitalisasi dapat mencegah kepunahan suatu budaya yang sudah lengang peminatnya. Melalui gagasan yang diangkat dalam posternya, Salman mampu mengalahkan berbagai rival dari perguruan tinggi di Indonesia. Ia pun mengaku senang atas perolehan yang dicapai tersebut.

Alhamdulillah, bersyukur dan seneng banget karena setelah sekian kali ikut lomba poster di luar kampus, akhirnya bisa dapat juara juga,” ungkap Salman.

Dalam kompetisi yang diadakan secara daring pada September-November 2020 tersebut, Salman sudah jauh-jauh hari memikirkan konsep sebelum penutupan pendaftaran.
“Untuk waktu pengerjaan efektifnya kurang lebih sekitar 3-4 hari, cuma mikir konsepnya dan memvisualisasikannya ke dalam poster udah sebelum-sebelum itu. Jadi, nggak langsung ngerjain sekali buka laptop langsung jadi, disambil ngerjain desain-desain yang lain juga,” imbuhnya.

Salman berharap, melalui torehan tersebut dapat memacu dirinya untuk semakin produktif dalam berkarya. “Semoga juga bisa lebih mengatur waktu lagi karena sejatinya peluang untuk mengembangkan diri salah satunya dengan berkompetisi itu luas sekali. Maka dari itu self-control soal priority scale perlu benar-benar dijadikan muhasabah agar diri jadi lebih baik lagi. Kurangi insecure, banyakin bersyukur aja,” pungkas Salman. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti