AppliedHE Xchange 2025, Rektor: UNS Siap Jembatani Pendidikan dan Industri

AppliedHE Xchange 2025, Rektor UNS Siap Jembatani Pendidikan dan Industri
AppliedHE Xchange 2025, Rektor UNS Siap Jembatani Pendidikan dan Industri

UNS – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjadi co-host dalam agenda AppliedHE Xchange 2025 di InterContinental Bali. Memasuki hari kedua, Senin (24/2/2025), agenda dilanjutkan dengan serangkaian diskusi mendalam dan kolaborasi strategis. Mengusung tema besar “Where Education Meets Industry for a Future that Works”, konferensi dan diskusi ini menekankan pentingnya sinergi antara pendidikan dan industri untuk menciptakan masa depan yang inklusif dan berkelanjutan.

Turut hadir, Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono., dr., M.Si., yang menyambut hangat para peserta dalam opening remarks. Prof. Hartono menyoroti komitmen UNS untuk menjadi katalis dalam menjembatani dunia pendidikan dan industri khususnya di era globalisasi yang semakin kompetitif. Beliau menggarisbawahi bahwa konferensi ini merupakan platform strategis bagi perguruan tinggi untuk beradaptasi dengan kebutuhan pasar dan memperkuat kontribusi mereka dalam pembangunan berkelanjutan.

“Acara ini juga berfungsi sebagai platform untuk memperkuat kemitraan yang sudah ada dan memperluas kolaborasi baru antar institusi pendidikan tinggi bahkan lebih jauh lagi perbatasan negara. Melalui kerja sama internasional kita dapat meningkatkannya pertukaran akademik, inisiatif penelitian dan program bersama berkontribusi pada integrasi global pendidikan dan industri,” terang Prof. Hartono.

Mandy Mok, CEO dan Pendiri AppliedHE, melanjutkan dengan sambutan yang menekankan pentingnya kolaborasi global. Dalam pidatonya, ia menjelaskan bahwa AppliedHE Xchange bukan hanya tempat bertukar ide, tetapi juga wadah untuk membangun kemitraan yang dapat menciptakan dampak nyata bagi generasi mendatang.

“AppliedHE dan UNS berkomitmen penuh untuk mendorong kemitraan global di tingkat perguruan tinggi. Melalui kolaborasi dan inovasi, kami berupaya menjembatani kesenjangan antara akademisi dan industri. Agenda ini bukan hanya untuk bertukar ide, tetapi juga membangun kemitraan dengan berbagai pihak,” pungkas Mandy.

Konferensi kemudian memasuki sesi keynote pertama yang disampaikan oleh Basaria Tiara Desika L. GAOL, S.E., M.M., Sekretaris Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional dengan topik “Curriculum Aligment with Market Needs in the Context of Free Trade”. Sesi berikutnya menghadirkan Prof. Kevin Downing dari City University of Hong Kong dengan topik “Partnering with Industry: Opportunities and Pitfalls”.

Pada keynote ketiga, Dr. Berry Juliadi, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Indonesia, berbicara tentang “Advancing Higher Education, Science & Technology for a Future-Ready Nation”. Konferensi berlanjut dengan diskusi panel pertama bertema “Bridging the Academia-Industry Gap”, yang dimoderatori oleh Zeba Salman dari Australia. Panel ini menghadirkan pembicara seperti Dr. Mohd Hamisa Bin Abdul Hamid dari UCYP Malaysia, Prof. Dr. Herman Saputro dari UNS Indonesia, dan Adrian Raymund C. Fernandez dari Adamson University Filipina.

Sesi sore dimulai dengan keynote keempat oleh Rosma Handayani, Direktur SDM dan Umum PT KAI Indonesia dengan topik “Quadruple Helix and Collaborations to Sustainability Railways Future”. Dilanjutkan oleh keynote kelima dari Dr. Mulyadi, anggota BPKH, yang membahas “Sustainable Hajj Financial Management”, menunjukkan sinergi antara pendidikan, industri, dan keimanan.

Sesi berikutnya penyampaian visi AppliedHE “3M” oleh Mandy Mok dan Ruwan Chithaka. Sesi ini membahas cara-cara untuk menjembatani kesenjangan antara dunia akademisi dan industri dengan hasil yang nyata versi AppliedHE. Konferensi hari kedua ditutup dengan sesi workshop mini pertama AppliedHE Xchange yang berjudul “Leveraging Alumni for Internationalisation” dipandu oleh Dary Milani dari Australia. Sesi ini memberikan wawasan praktis tentang bagaimana memanfaatkan jejaring alumni untuk memperluas internasionalisasi institusi pendidikan.

Dalam agenda AppliedHE Xchange 2025, terdapat sesi elevator pitch yang menjadi platform bagi universitas dari berbagai negara untuk memamerkan inovasi mereka. Di antaranya adalah Adamson University Filipina, Sunway University Malaysia, dan Walter Sisulu University (WSU) Afrika Selatan.

AppliedHE Xchange 2025 terus menjadi ajang bergengsi yang mendorong kolaborasi lintas sektoral. Dengan UNS sebagai co-host, acara ini menegaskan peran Indonesia dalam dialog global tentang pendidikan dan industry. Ini juga sekaligus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis dalam membangun masa depan yang lebih baik. Kegiatan ini turut sejalan dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-17, yakni Partnerships for the Goals, yang menekankan pentingnya kolaborasi global untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan.

HUMAS UNS