Dekan FMIPA UNS Dikukuhkan Menjadi Guru Besar Dengan Kepakaran Polimer Organik

Dekan FMIPA UNS Dikukuhkan Menjadi Guru Besar Dengan Kepakaran Polimer Organik
Dekan FMIPA UNS Dikukuhkan Menjadi Guru Besar Dengan Kepakaran Polimer Organik

UNS – Prof. Dr. Desi Suci Handayani, S.Si., M.Si., dikukuhkan sebagai Guru Besar pada Bidang Keilmuan Polimer Organik di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Prof. Desi, dikukuhkan langsung oleh Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., dalam Sidang Terbuka Senat Akademik pada Rabu (12/2/2025). Prosesi tersebut berlangsung di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS.

Prof. Desi, yang juga merupakan Dekan FMIPA dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-37 FMIPA dan ke-356 UNS. Pada pidato inaugurasinya, beliau mengangkat judul “Biopolimer Terbarukan Eugenol dan Anetol : Sintesis, Modifikasi, dan Aplikasinya”. Beliau mengembangkan polimer berasal dari sumber daya alam tidak terbarukan menjadi biopolimer yang ramah lingkungan dengan berbahan dasar sumber daya alam terbarukan.

“Materi polimer menjadi bagian penting dalam dunia modern ini karena manfaatnya telah dirasakan di seluruh aspek kehidupan manusia. Pemanfaatannya yang sangat luas ini disebabkan polimer memiliki banyak sifat-sifat yang bermanfaat, antara lain tahan terhadap zat kimia dan benturan, mudah dibentuk, dicetak, dan ringan. Saat ini polimer yang digunakan sebagian besar berasal dari sumber daya tak terbarukan yang tidak dapat terbiodegradasi dan mencemari lingkungan. Maka dari itu, dibutuhkan berbagai macam sumber daya alam terbarukan untuk memodifikasi material polimer,” tutur Prof. Desi.

Prof. Desi menjelaskan bahwa biopolimer itu sendiri merupakan suatu istilah umum yang mencakup polimer alam dan polimer sintetik yang bahan bakunya dihasilkan dari alam. Sintesis polimer dengan bahan awal senyawa alam terbarukan sangat menarik perhatian untuk mendukung prinsip kimia hijau. Polimer berbahan dasar bahan alam Eugenol dan Anetol, serta modifikasinya sudah banyak dikembangkan.

“Eugenol merupakan senyawa aromatik yang sangat melimpah di alam, dapat ditemukan pada beberapa tumbuhan, seperti cengkeh, kayu manis, kemangi, dan pala. Senyawa bahan alam yang lain adalah Anetol, yang merupakan salah satu komponen utama dalam minyak adas. Modifikasi polimer eugenol dan anetol dapat dilakukan dengan cara fungsionalisasi gugus fungsi, sambung silang, impregnasi, dan pembentukan komposit,” terang Prof. Desi.

Rektor UNS, Prof. Hartono dalam sambutannya menuturkan bahwa pengukuhan ini merupakan momentum bersejarah dan membanggakan. Gelar Guru Besar bukan hanya merupakan pencapaian akademik tertinggi, tetapi juga sebuah amanah besar untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“Perjalanan menuju pengukuhan ini tentu bukanlah hal yang mudah, melainkan hasil dari kerja keras, dedikasi, dan komitmen dalam menghasilkan karya-karya ilmiah terbaik di bidangnya masing-masing,” tutur Prof. Hartono.

Beliau juga menyampaikan bahwa para guru besar memiliki peran strategis dalam mengatasi berbagai permasalahan bangsa. Kepakaran mereka diharapkan dapat memberikan solusi terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat. Hal tersebut sejalan juga dengan kontribusi pada pembangunan nasional.

Humas UNS