UNS — Tes Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan cara yang dinilai paling akurat untuk menentukan seseorang terjangkit SARS-CoV-2 atau tidak. Selain itu, pada lembar tes PCR, juga terlampir Cycle Threshold (CT) Value yang dapat mengukur jumlah virus dalam tubuh seseorang.

Namun, angka CT Value yang tertera seringkali salah dipahami oleh masyarakat awam. Mereka menganggap nilai CT Value berbanding lurus dengan tingkat keparahan Covid-19.

Padahal anggapan tersebut tidak tepat. Dalam hal ini, dokter Spesialis Patologi Klinis Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dr. Tonang Dwi Ardyanto mengatakan, untuk menentukan tingkat keparahan Covid-19 perlu dilakukan pemeriksaan oleh dokter yang merawat.

“Nanti dokter yang akan melakukan pemeriksaan fisik, kronologisnya bagaimana, dan hasil lab ditambah dengan CT Value untuk informasi tambahan bagi dokter yang merawat,” ujar dr. Tonang Dwi Ardyanto.

Dalam Newsline Metro TV, Rabu (21/7/2021) siang, dr. Tonang Dwi Ardyanto yang juga Juru Bicara Satgas Covid-19 RS UNS ini menerangkan, angka CT Value berbanding terbalik dengan jumlah virus di dalam tubuh.

Misalnya, jika pada putaran ke-5 sudah terdeteksi virus, maka angka CT Value seseorang adalah 5. Ini menandakan orang yang bersangkutan terindikasi kuat positif Covid-19.

Sedangkan, jika pada putaran ke-38 dari sampel yang diperiksa baru terdeteksi virus, itu menandakan indikasi seseorang positif Covid-19 lemah.

CT Value Menunjukkan Tingkat Keparahan Covid-19? Inilah Jawaban Dokter Spesialis Patologi Klinis RS UNS

“Sebenarnya CT Value ini menunjukkan gambaran berapa kali kita harus melakukan proses cycle. Supaya nanti akhirnya jumlah DNA dalam sampel melewati ambang tertentu. Makanya disebut sebagai cycle threeshold,” terangnya.

dr. Tonang Dwi Ardyanto juga mengingatkan jika respons masing-masing orang saat melawan SARS-CoV-2 berbeda-beda. Sehingga, bisa saja seseorang yang CT Value-nya rendah merasakan gejala yang tidak signifikan. Sedangkan, orang lain yang CT Value-nya tinggi dapat merasakan gejala yang signifikan.

“Maka kembali lagi ke tubuh yang berangkutan. Imunnya bagus bisa aja tidak ada gejala. Hanya memang banyaknya virus dalam nasofaring tidak linear dengan gejala yang timbul,” imbuh dr. Tonang Dwi Ardyanto. Humas UNS

Reporter: Yefta Christopherus AS
Editor: Dwi Hastuti

Suka dengan artikel ini?

Tingkatkan Pertumbuhan Sayur dan Buah, Mahasiswa UNS Rancang Alat Penyiram Otomatis dan Humidity Controller

UNS --- Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tak pernah kehabisan akal untuk...

Prodi Sosiologi Fisip UNS Teken Kerja Sama dengan UIN Ar-Raniry Aceh

UNS --- Pada September 2021 ini, Program Studi (Prodi) S1 Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan...

Tim KKN UNS 148 Sosialisasikan Bahaya Covid-19 dan Vaksinasi untuk Lansia di Desa Gombang, Boyolali

UNS --- Pandemi Covid-19 sudah berlangsung hampir dua tahun. Sejumlah varian baru yang lebih...

Solutif dan inovatif, Mahasiswa UNS Ciptakan Pelapis Antivirus Berbasis Selulosa sebagai Alternatif Pencegahan Penyebaran Covid-19

UNS --- Tiga mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melakukan inovasi di tengah...

Dosen UNS Gelar Pendampingan Industri Jersey Printing melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat

UNS --- Jersey merupakan pakaian yang sering dipakai untuk kegiatan permainan sepak bola. Namun,...

FEB UNS Gelar Pelatihan Alat Analisis Kuantitif – IBM SPSS

UNS --- Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan...

Bimbingan Karir dan ‘Planner Book’, Program Gagasan Mahasiswa UNS Guna Mengurangi Kecemasan Karir Tunarungu

UNS --- Terobosan baru kembali dilakukan oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta...

Kreatif dan Solutif, Tiga Mahasiswa UNS Sulap Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit Menjadi Plester Terapi Luka Diabetes

UNS --- Selama ini, Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) hanya dianggap sebagai limbah padat hasil...

Mahasiswa UNS Ciptakan Sabun Kertas Berbahan Alami

UNS --- Berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan akibat pandemi Covid-19, lima mahasiswa...

Tingkatkan Minat Bercocok Tanam Warga, Kelompok 333 KKN UNS Kenalkan Sistem Hidroponik

UNS --- Hidroponik menjadi salah satu inovasi dalam bercocok tanam yang makin menarik perhatian...