UNS Gelar Orasi Kehormatan Profesor Purnabakti ke-13, Apresiasi Dedikasi Tiga Guru Besar

UNS Gelar Orasi Kehormatan Profesor Purnabakti ke-13, Apresiasi Dedikasi Tiga Guru Besar
Dengarkan artikel

Universitas Sebelas Maret menyelenggarakan Orasi Kehormatan Profesor Purnabakti ke-13 pada Rabu, 4 November 2026 di Gedung dr. Prakosa UNS. Acara ini mengapresiasi dedikasi tiga guru besar purnabakti—Prof. Sentot Budi Rahardjo, Prof. Leo Agung S., dan Prof. Sholahuddin—yang menyampaikan pemikiran ilmiah strategis dalam bidang kimia, pendidikan sejarah, serta proteksi tanaman.

UNS–Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Orasi Kehormatan Profesor Purnabakti ke-13 Tahun 2026 di Ruang Sidang 2 Gedung dr. Prakosa UNS, Rabu (4/11/2026). Tiga guru besar yang memasuki masa purnabakti tersebut adalah Prof. Drs. Sentot Budi Rahardjo, Ph.D. dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Prof. Dr. Leo Agung S., M.Pd. dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta Prof. Dr. Ir. Sholahuddin, M.S. dari Fakultas Pertanian (FP) UNS.

Ketiga guru besar tersebut menyampaikan pemikiran dan kontribusi keilmuan melalui perspektif bidang masing-masing. Prof. Sentot Budi Rahardjo mengangkat tema “Memahami Ilmu Kimia Dapat Meningkatkan Keimanan Seorang Muslim” yang mengulas keterkaitan ilmu kimia dengan nilai spiritual. Prof. Leo Agung S. menyoroti peran penting pembelajaran sejarah dalam pembentukan karakter generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045. Sementara itu, Prof. Sholahuddin menekankan pendekatan proteksi tanaman yang ramah lingkungan dan berkelanjutan tanpa bergantung penuh pada pestisida kimia sintetis.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian UNS, Prof. Dr. Fitria Rahmawati, S.Si., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada ketiga guru besar atas dedikasi dan pengabdian panjang mereka dalam memajukan universitas serta mengembangkan ilmu pengetahuan.

Menurut Prof. Fitria, capaian sebagai guru besar merupakan buah dari konsistensi tridarma perguruan tinggi. Kontribusi profesor tidak hanya terukur dari capaian publikasi dan jabatan struktural, melainkan dari keberhasilan membimbing mahasiswa, melahirkan pemikiran yang bermanfaat, serta mewariskan integritas akademik.

“Warisan terbesar seorang profesor bukan hanya terletak pada publikasi, jabatan, maupun capaian akademik yang telah diraih, melainkan pada kemampuan membangun tradisi keilmuan, melahirkan generasi akademisi berkualitas, serta meninggalkan pengaruh positif yang terus berlanjut setelah masa tugas formal berakhir,” ujar Prof. Fitria.

Ia menilai Orasi Kehormatan yang diinisiasi Dewan Profesor UNS merupakan forum akademik penting untuk menjaga kesinambungan keilmuan antargenerasi. Para profesor senior mewariskan fondasi pengalaman dan metode berpikir, sedangkan akademisi muda meneruskannya dengan inovasi baru.

Menghadapi disrupsi teknologi, kecerdasan buatan, dan dinamika global, Prof. Fitria mengingatkan pentingnya memegang teguh integritas akademik, kedalaman analisis, serta komitmen riset yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Ia juga berharap para profesor purnabakti tetap berkontribusi melalui penelitian, publikasi, dan pembimbingan di lingkungan UNS.

Ketua Dewan Profesor UNS, Prof. Dr. Joko Nurkamto, M.Pd., memaparkan rekam jejak ketiga guru besar. Prof. Sentot Budi Rahardjo mendedikasikan keilmuannya pada bidang kimia, khususnya kimia kompleks. Prof. Leo Agung S. berfokus pada pendidikan sejarah, penguatan karakter, dan internalisasi nilai Pancasila melalui buku ajar serta riset pembelajaran. Sementara itu, Prof. Sholahuddin berkiprah dalam bidang pengelolaan hama tanaman dan pernah mengemban tugas manajerial sebagai Dekan FP serta Pembantu Rektor/Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UNS.

Prof. Joko menegaskan bahwa ilmu pengetahuan tumbuh melalui regenerasi dan kesinambungan dialektika akademik.

“Keberhasilan seorang profesor dapat dilihat dari seberapa jauh ilmu, nilai, dan keteladanannya terus bertumbuh melalui orang-orang yang pernah dididik serta dibimbingnya,” ungkap Prof. Joko.

Ia berharap pemikiran yang disampaikan dalam orasi ini menjadi rujukan bagi dosen dan peneliti muda dalam mengembangkan riset secara tekun dan bertanggung jawab. Rangkaian acara ditutup dengan penyampaian terima kasih kepada ketiga profesor purnabakti beserta keluarga yang telah mendukung perjalanan akademik mereka selama mengabdi di UNS. Humas UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kapan acara Orasi Kehormatan Profesor Purnabakti ke-13 UNS diselenggarakan?

Acara tersebut diselenggarakan pada hari Rabu, 4 November 2026 di Ruang Sidang 2 Gedung dr. Prakosa UNS. Lihat di artikel

Siapa saja guru besar yang menyampaikan orasi dalam purnabakti ke-13 tersebut?

Tiga guru besar tersebut adalah Prof. Drs. Sentot Budi Rahardjo, Ph.D., Prof. Dr. Leo Agung S., M.Pd., dan Prof. Dr. Ir. Sholahuddin, M.S. Lihat di artikel

Apa tema orasi yang disampaikan oleh Prof. Dr. Leo Agung S., M.Pd.?

Prof. Leo Agung S. menyoroti peran penting pembelajaran sejarah dalam pembentukan karakter generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045. Lihat di artikel