TIM RG Pendidikan Teknik Mesin UNS Gelar Pemberdayaan Komunitas Pendidikan Teknik Mesin

TIM RG Pendidikan Teknik Mesin UNS Gelar Pemberdayaan Komunitas Pendidikan Teknik Mesin

UNS – Tim Research Group (RG) Vocational and Mechanical Engineering Education (VMEE) Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar kegiatan pengabdian dengan mengangkat topik  “Pemberdayaan Komunitas Pendidikan Teknik Mesin: Solusi Berkelanjutan dalam Mengelola Limbah Plastik di SMKN 2 Jiwan Madiun”. Agenda tersebut sekaligus menjadi program Pengabdian Kepada Masyarakat dari perguruan tinggi melalui Hibah Grup Riset (PKM HGR) UNS 2024. Pada kegiatan ini Tim RG VMEE mengembangkan 2 buah mesin, yaitu mesin pencacah plastik dan mesin press plastik untuk dihibahkan kepada SMKN 2 Jiwan Madiun.

Tim RG VMEE sendiri diketuai oleh Dr. Eng Nyenyep Sri Wardani dengan anggota dosen yang terlibat adalah Dr. Yuyun Estriyanto, Prof. Dr. Indah Widiastuti, Towip, M.T., Taufik Wisnu Saputra, M.Pd., Budi Harjanto, M.Eng., dan Valiant Lukad Perdana Sutrisno, M.Pd. Dibantu oleh sejumlah mahasiswa yaitu Agvendo Heksa Mahendra, Raihan Nurdiansyah Utomo, Ricky Jatmiko, dan Linda Widyawati. Sebagai rangkaian program, dilakukan kegiatan penyerahan dan demonstrasi mesin yang dilaksanakan di dua lokasi, yaitu ruang pertemuan SMKN 2 Jiwan dan Halaman SMKN 2 Jiwan pada Kamis (13/6/2024).

Mitra dari kegiatan ini, yaitu pihak SMKN 2 Jiwan menceritakan bahwa di wilayah SMKN 2 Jiwan sudah melakukan pengolahan sampah organik dedaunan yang diolah menjadi kompos. Dengan adanya hibah dari program ini, pihaknya mengaku sangat terbantu karena dapat melanjutkan pengolahan sampah non organik dan dapat dibuat menjadi barang yang lebih bermanfaat. Pengelolaan sampah di SMKN 2 Jiwan dilaksanakan oleh siswa-siswa dari ekstrakurikuler pramuka atau dewan ambalan.

“Untuk menunjukkan bagaimana sampah plastik dapat dimanfaatkan menjadi barang yang lebih bermanfaat, dilakukan proses demonstrasi penggunaan alat pencacah plastik dan mesin press plastik. Para siswa dan guru SMKN 2 Jiwan diberikan demonstrasi penggunaan alat pencacah untuk menghancurkan sampah tutup botol sehingga menjadi plastic flake dengan ukuran yang lebih kecil,” jelas Dr. Eng Nyenyep.

Mesin pencacah ini dijalankan menggunakan motor bertenaga bensin yang cara penggunaannya cukup mudah, yaitu dengan menarik tuas motor untuk menghidupkannya. Selanjutnya siswa dan guru diberikan demonstrasi penggunaan mesin press plastik dengan menyalakan mesin press menggunakan daya listrik.

Sedangkan untuk mesin press terdiri dari beberapa bagian mulai dari plat alumunium, plat stainless steel, dan molding berbentuk kotak yang disusun sesuai dengan posisinya. Kemudian sebelum plastik hasil cacahan diletakkan, disemprotkan mold release spray agar saat proses pelelehan plastik tidak menempel pada cetakan.

“Setelah melakukan persiapan pencetakan, siswa dan guru memasukkan serpihan plastik hasil cacahan kedalam cetakan. Cacahan plastik kemudian di press menggunakan dongkrak manual hingga tertekan dan didiamkan kurang lebih 2 jam sampai menjadi bentuk padat. Mesin press ini sudah menggunakan panel kontrol otomatis yang menjaga suhu pemanas di suhu 200 derajat Celcius agar cacahan plastik meleleh dengan merata,” tambah Dr. Eng Nyenyep.

Tim RG VMEE juga membawa sampel hasil press plastik berupa papan berukuran 50×50 cm yang nantinya dapat dibuat menjadi produk berupa meja, kursi, dudukan meja baca, vandel, dan barang lainnya setelah dilakukan proses lanjutan.

Selama proses demonstrasi mesin, Tim RG juga menjelaskan parameter-parameter pengoperasian kedua mesin ini mulai dari bahan apa saja yang dapat diproses menggunakan kedua mesin ini, berapa jumlah cacahan yang baik agar menghasilkan cetakan yang padat, dan bagaimana memvariasikan hasil cetakan pada mesin press ini.

“Selain memberikan demonstrasi penggunaan mesin, Tim RG juga memberikan pengarahan bagaimana K3 selama mengoperasikan mesin tersebut mulai dari kaca mata, masker, sarung tangan anti panas, dan sepatu,” tutur Ketua Tim RG VMEE tersebut.

Siswa dan guru SMKN 2 Jiwan terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan demonstrasi tersebut dan sangat senang karena bisa memanfaatkan sampah plastik lebih lanjut menjadi barang yang lebih bermanfaat. Para siswa menyimak dengan baik demonstrasi mesin ini dan tertarik dengan hasil dari mesin tersebut.

“Kegiatan ini menambah wawasan dan juga pengalaman kami untuk melakukan pengolahan sampah plastik lebih lanjut,” ujar Suryono, salah satu pembina pramuka di SMKN 2 Jiwan.

Pihak sekolah melalui kepala sekolah, Budi Setiawan. S.Pd., M.Si. juga menyampaikan rasa terima kasih atas hibah yang diberikan oleh Tim RG VMEE dan berharap dapat memberikan dampak yang besar, baik bagi SMKN 2 Jiwan maupun bagi lingkungan di sekitar.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi sampah plastik yang ada di wilayah SMKN 2 Jiwan dan menambah budaya pengelolaan sampah plastik dijadikan barang yang memiliki nilai ekonomis, dimulai dari SMKN 2 Jiwan dan terus meluas hingga menjangkau masyarakat umum yang lain.

Humas UNS

Reporter: Annisa Fakhira

Redaktur: Dwi Hastuti