Berhasil Ubah Bahan Baku Mentah Menjadi Produk Jadi, Tim Hibah MBKM UNS Gandeng KWT Kenanga Lakukan Konservasi dan Hilirisasi TOGA

Berhasil Ubah Bahan Baku Mentah Menjadi Produk Jadi, Tim Hibah MBKM UNS Gandeng KWT Kenanga Lakukan Konservasi dan Hilirisasi TOGA

UNS – Tim hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kelompok Studi Ilmiah (KSI) Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menginisiasi program pemberdayaan ekonomi yang mengusung tema “Intensifikasi Pemberdayaan Ekonomi Kelompok Wanita Tani Kenanga Melalui Konservasi dan Hilirisasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA)”. Program ini bertujuan untuk mengubah bahan baku mentah seperti sereh dan jahe menjadi produk jadi yang bernilai jual tinggi. Berlangsung di Desa Wonosari, program ini resmi dimulai sejak Agustus 2024 hingga saat ini terus menunjukkan perkembangan positif.

Sepuluh mahasiswa UNS yang tergabung dalam tim hibah MBKM tahun 2024/2025 berhasil menggandeng Kelompok Wanita Tani (KWT) Kenanga Desa Wonosari, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar sebagai mitra produksi. Sepuluh mahasiswa yang tergabung dalam tim hibah MBKM ini terdiri empat Program Studi (Prodi) di FP yaitu Prodi Agribisnis, Agroteknologi, Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, serta Ilmu Teknologi Pangan.

Desa Wonosari sendiri dipilih menjadi lokasi strategis pelaksanaan program ini karena memiliki potensi besar dalam budidaya sereh dan jahe. Meskipun wilayah tersebut didominasi oleh lahan kering, TOGA dapat mendukung keberlanjutan lingkungan dengan memaksimalkan tanaman yang adaptif terhadap lahan kering.

“Di Desa ini memang ada lahan yang khusus diwakafkan untuk kegiatan pendidikan mas, cuma memang belum dimanfaatkan saja karena kondisi lahan disini kering tapi kita sering nanam sereh sama jahe karena lumayan tahan di lahan kering,” tutur Diana selaku Ketua KWT Kenanga.

Ibu-ibu dari KWT Kenanga menjadi sasaran utama program ini. Melalui bimbingan dan pelatihan intensif, mereka didorong untuk terlibat aktif dalam proses hilirisasi produk. Pendekatan ini tidak hanya memberdayakan KWT, tetapi juga memperkuat perekonomian lokal melalui hasil olahan yang memiliki daya saing pasar.

Implementasi mahasiswa UNS memanfaatkan metode pelatihan praktis dan pendekatan berbasis masyarakat. Mereka mengajarkan cara pengolahan sereh dan jahe menjadi produk jadi, seperti minuman herbal. Proses ini tidak hanya meningkatkan keterampilan masyarakat tetapi juga membuka peluang usaha baru di desa tersebut.

“Kami dari tim hibah MBKM KSI FP UNS berupaya memanfaatkan potensi sereh dan jahe yang ada di Desa Wonosari. TOGA tersebut diolah menjadi produk jadi yang kami dan ibu-ibu KWT namai sebagai Sertijab atau kepanjangan dari sereh wangi jahe mantab,” ujar Juna Fatimatuz Az-Zahra sebagai salah satu mahasiswa yang tergabung dalam tim hibah MBKM kepada uns.ac.id, Jumat (29/11/2024).

Sertijab atau Sereh Wangi Jahe Mantab merupakan salah satu luaran dari program yang dilaksanakan. Selain itu, tim juga memperkenalkan inovasi berupa kemasan dalam bentuk sachet dan kardus dengan desain full printing yang menarik. Upaya ini merupakan bentuk peningkatan nilai produk di mata konsumen dan diharapkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Peningkatan nilai dari produk ini merupakan satu-kesatuan dari program hilirisasi bahan baku mentah menjadi produk jadi yang memiliki nilai untuk menumbuhkan ekonomi kreatif di Desa Wonosari umumnya dan KWT Kenanga pada khususnya.

Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain yang memiliki kondisi serupa. Melalui pemberdayaan masyarakat lokal dan pemanfaatan potensi sumber daya alam, Desa Wonosari telah menunjukkan bahwa tantangan lingkungan dapat diatasi dengan inovasi dan kerja sama yang baik. Program ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa UNS dalam membangun masyarakat desa yang lebih mandiri dan berdaya saing.

Melalui pemberdayaan masyarakat lokal di Desa Wonosari, program yang digagas oleh TIM MBKM KSI FP UNS berpotensi mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan upaya pemanfaatan potensi sumber daya alam yang berkelanjutan mencerminkan prinsip pengelolaan sumber daya alam yang lebih bertanggung jawab. Hal tersebut sejalan dengan pemenuhan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 8 “Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi” serta SDGs nomor 12 “Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab”.
HUMAS UNS