Mahasiswa UNS

Mahasiswa UNS Rancang Tempat Pemilah Sampah Berbasis IoT

By 24 September 2020 No Comments

UNS – Tiga mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Elektro Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menciptakan karya inovatif berupa pemilah sampah otomatis sebagai wujud kepedulian milenial terhadap permasalahan sampah di Indonesia. Ketiga mahasiswa tersebut ialah Rizal Mujaddid Irsyad, Annisa Larasati Febrianingrum, dan Luqman Hadi.

Dibawah bimbingan Feri Adriyanto, Ph.D yang merupakan dosen serta Kepala Prodi (Kaprodi) Teknik Elektro FT UNS, mereka mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada tahun ini mereka berhasil mendapat kesempatan untuk meraih dana hibah dengan nominal Rp. 5 juta.

Dalam rilis yang diterima uns.ac.id, Kamis (23/9/2020), Rizal Mujaddid Irsyad mengatakan, ide tersebut bermula dari kegelisahannya terhadap permasalahan sampah yang ada di Indonesia. Dan tentunya ini harus diubah dari akarnya yaitu kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan dan bertanggung jawab atas sampah yang mereka hasilkan. “Hal inilah yang menginisiasi kami untuk menciptakan alat ini,” terang Rizal.

Rizal menambahkan, sebelumnya sebuah perusahaan di India, BioEnable telah mengembangkan Smart Bin Concepts for Smart City. Akan tetapi, sistem yang dikembangkan hanya terintegrasi dengan sistem pengambilan sampah saja. Padahal sampah yang ada di tong sampah berasal dari berbagai macam sampah. Pemilahan sampah plastik dan bukan plastik, sampah daur ulang dan sampah rumah tangga perlu ditangani dengan berbeda.

Rizal menjelaskan bahwa keunggulan alat ini yaitu bisa memilah sampah secara otomatis. Sehingga sampah bisa diproses sesuai dengan pengelompokannya. Seperti sampah organik bisa dijadikan pupuk. Kemudian sampah bukan organik dan logam bisa kembali didaur ulang.

Selain itu alat ini telah dibekali oleh Internet of Things (IoT) yang terhubung dengan gawai atau smartphone milik petugas kebersihan. Dengan teknologi tersebut diharapkan petugas kebersihan akan terbantu, karena sistem ini memudahkan petugas dalam mengetahui letak sampah yang sudah penuh. Serta bisa membantu pemerintah dalam mewujudkan lingkungan hidup yang baik dan sehat. Humas UNS

Reporter: Ratri Hapsari
Editor: Dwi Hastuti

Leave a Reply