UNS — Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Moeldoko, S.I.P. memberikan kuliah umum dihadapan mahasiswa baru Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam acara pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) . Kuliah umum tersebut digelar di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram pada Sabtu (13/8/2022).

Dalam kuliah umum tersebut, Moeldoko menyampaikan beberapa hal, diantaranya tantangan perubahan yang akan dihadapi oleh generasi muda, visi yang dicanangkan Presiden Joko Widodo untuk Indonesia, serta tentang bela negara.

Moeldoko memberikan gambaran terkait perubahan sosial yang begitu cepat yang harus dihadapi oleh para generasi muda Indonesia, salah satu contohnya adalah pandemi Covid-19. Ia mengaku tidak ada negara yang siap menghadapi pandemi. Untuk itu, ia memberi motivasi kepada peserta PKKMB supaya bisa melihat dan memahami tantangan.

“Seorang pemimpin harus bisa melihat dan memahami berbagai tantangan. Kira-kira apa saja tantangan yang harus dihadapi,” terang Moeldoko.

PKKMB UNS, Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko Sampaikan Tantangan Generasi Muda

Menurutnya, situasi pandemi diperburuk oleh perang Rusia dan Ukraina yang telah menimbulkan situasi yang luar biasa pula, seperti kenaikan harga pangan hingga krisis finansial secara global. Moeldoko mengatakan bahwa permasalahan yang kompleks tersebut harus dihadapi dan dicari solusinya. Meskipun demikian, Indonesia masih bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi sekitar 5.4%

Namun, masih ada beberapa indeks pembangunan Indonesia yang masih rendah. “Inilah tantangan kita,” lanjut Moeldoko

Moeldoko kemudian membagi kedalam 5 tantangan perubahan bagi generasi muda, yaitu mampu adaptif dengan perubahan yang cepat, mampu membangun kecepatan di segala sisi, berani mengambil resiko, siap menghadapi kompleksitas, dan siap merespon kejutan-kejutan.

“Sekarang ini persaingan yang terjadi bukan antara negara maju dan berkembang, melainkan antara negara yang cepat dan lambat,” tambahnya.

Lima Visi Indonesia

Lebih lanjut, Moeldoko juga menyampaikan 5 visi Indonesia yang dicanangkan Jokowi, meliputi pembangunan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi, dan transformasi ekonomi.

Terkait pembangunan infrastruktur, saat ini pembangunan di Indonesia tidak lagi jawa sentris, melainkan Indonesia sentris. Ini dapat dilihat dari pembangunan yang telah mengarah ke bagian timur dan tengah Indonesia. Moeldoko mengatakan bahwa pembangunan-pembangunan tersebut tidak terlepas dari peran investor.

“Uang kita sedikit, kita tidak bisa membangun. Untuk itu perlu investor. Selain itu, pembangunan tadi juga bisa membuka lapangan pekerjaan baru,” tutur Moeldoko.

Bela Negara dengan Inovasi

Menurut Moeldoko, bela negara yang terbangun di dalam jiwa lebih penting dari memegang senjata.

“Bela negara bukan persoalan memegang senjata. Tapi membangun jiwa, karakter,” tuturnya.

Ia juga menyinggung sedikit terkait wawasan kebangsaan dan bagaimana generasi penerus bangsa ini harus melihat Indonesia tidak hanya dari satu sisi saja supaya bisa menjadi pemimpin yang utuh.

Yang terakhir adalah pentingnya melihat Pancasila sebagai ideologi yang kuat. Moeldoko menyebut bahwa tidak ada satupun negara di dunia ini yang berhasil tanpa ideologi yang kuat. Ia pun menguraikan beberapa hal yang terkandung di dalam Pancasila, seperti mengayomi kemajemukan, memperkuat keberagaman, serta menjamin harkat kemanusiaan.

Sebagai penutup, Moeldoko memberikan kalimat motivasi kepada para mahasiswa baru yang dianggap sebagai generasi pemimpin bangsa ini.

PKKMB UNS, Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko Sampaikan Tantangan Generasi Muda

“Kamu bukan pewaris masa depan, tapi penentu masa depan karena setiap generasi akan melahirkan generasi. Setiap pemimpin akan mempengaruhi zamannya. Masa depan bukan di pundak kalian, tapi ada di tangan anda,” pungkasnya. Humas UNS

Reporter: Adisti Daniella
Editor: Dwi Hastuti

Suka dengan artikel ini?

[posts_like_dislike]

FK UNS Terima Kunjungan dari SMA Science Plus Baitul Quran Boarding School Sragen

UNS --- Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menerima kunjungan dari...

Dokter RS UNS Sampaikan Cara Kenali Gejala Kanker Payudara

UNS --- Kanker payudara merupakan jenis penyakit kanker yang paling banyak ditemukan di dunia....

UNS Raih Penghargaan AMSI Jateng Digital Award 2022

UNS --- Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memperoleh penghargaan sebagai Pemenang diajang...

Prodi S-2 Ilmu Linguistik UNS Mengadakan Kuliah Pakar Peran Kajian Bahasa dalam Konteks Digital

UNS --- Program Studi (Prodi) S-2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas...

BEM FP UNS Bersama UMKM Desa Ngunut Mengunjungi UMKM Progress Jogja yang Sudah Go International

UNS --- Tim Progam Penguatan Kapasitas (PPK) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian...

UNS Jalin Kerja Sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan

UNS --- Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta resmi menjalin kerja sama dengan Badan...

Siapkan Pendidik Berkualitas di Era Merdeka Belajar, S-2 PBI UNS Adakan Seminar Nasional

UNS --- Program studi (Prodi) S-2 Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu...

Sekolah Pascasarjana UNS Mengadakan Sosialisasi Kebijakan Akademik bagi Mahasiswa Baru

UNS --- Sekolah Pascasarjana Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan sosialisasi...

Pelamar Pegawai Non-PNS UNS Ikuti Tes Kemampuan Dasar

UNS --- Ratusan pelamar pegawai Non-PNS Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengikuti Tes...

Cerita Marcell Menimba Ilmu di Kampus B.J. Habibie, RWTH Aachen University, Jerman

UNS --- Belajar di kampus luar negeri tentu menjadi pengalaman mengesankan bagi mahasiswa....