UNS – Masih banyak mahasiswa yang menganggap bahwa mereka harus fokus dengan kegiatan akademik saja dan membatasi diri mereka dari mengambil kesempatan lain di luar bidang akademik. Salah satu alasan yang kerap dipakai adalah rasa takut jika nanti akan kewalahan menghadapi kesibukan dan berujung melupakan kewajiban akademik. Bagi Aditya Very Cleverina, mahasiswi program studi Hubungan Internasional angkatan 2013 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret (FISIP UNS), stigma ini tidak sepenuhnya benar.

“Jika seseorang memang ingin 100% fokus dengan akademik itu adalah haknya. Meski begitu, saya percaya kita tidak wajib memilih salah satu saja, kita bisa tetap berprestasi di bidang akademik dan non-akademik karena sesungguhnya kedua bidang itu bisa melengkapi satu sama lain,” jelas gadis yang kerap disapa Very ini.

Very sendiri telah menorehkan banyak prestasi sejak di bangku SMA seperti menjadi siswi pertukaran pelajar ke Amerika selama satu tahun dan memenangkan gelar Mbak Kudus 2012. Memasuki bangku perkuliahan, dara berusia 22 tahun ini terus aktif berprestasi sejak semester awal dari memenangkan lomba debat dan karya tulis, menjabat posisi kepemimpinan di organisasi sebagai Presiden AIESEC periode 2015/2016, dan menjadi penerima beasiswa Beswan Djarum.

Prestasi-prestasi non-akademik tersebut tidak menghalangi Very mendapatkan indeks prestasi Cumlaude di setiap semester. Hebatnya, gadis yang juga kerap menjadi pembawa acara di berbagai kegiatan ini mengaku tidak pernah keteteran menjalankan aktivitasnya yang padat.

Very ketika memenangkan Juara 3 Nasional di Writing Competition yang diadakan oleh Djarum Foundation

“Kunci untuk tidak keteteran itu adalah menggunakan strategi dalam menyusun kesibukan. Misal, jika kita sudah tahu mata kuliah semester ini berat, maka kegiatan non-akademik harus dikurangi dan lebih selektif. Begitu juga sebaliknya, jika satu semester beban kuliah dirasa ringan, kita bisa mengambil lebih banyak kegiatan di luar kuliah,” papar Very yang dengan senang hati membagi rahasianya untuk selalu aktif dan produktif.

Mawapres Utama 3 UNS ini juga menerangkan meskipun ia banyak mengikuti kegiatan non-akademik, kuliah tetap menjadi prioritas utamanya sebagai mahasiswa. Sebagai seorang mahasiswi Hubungan Internasional, gadis yang kerap diundang sebagai pembicara ini memilih bergabung di AIESEC sebagai salah satu organisasi dengan jaringan internasional di UNS dan juga menekuni debat sebagai sarana melatih bahasa Inggris.

“Usahakan kegiatan akademik dan non-akademik adalah hal yang kamu sukai agar dua-duanya bisa saling melengkapi dan mengembangkan diri kamu menjadi pribadi yang lebih baik,” pesan Very. (Savira Qurrota Aini/Dty)