Dorong Soft Skill dan Net Zero Emission, FT UNS Datangkan Presiden Direktur TMMIN pada CEO Talk #3

Dorong Soft Skill dan Net Zero Emission, FT UNS Datangkan Presiden Direktur TMMIN pada CEO Talk #3
Dorong Soft Skill dan Net Zero Emission, FT UNS Datangkan Presiden Direktur TMMIN pada CEO Talk #3

UNSFakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menggelar program unggulan CEO Talk #3, dengan tema “Beyond Zero: Pendekatan Toyota Menuju Netralitas Karbon”. Acara ini menghadirkan Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Juliyanto, yang berbagi kisah inspiratif. Kegiatan ini dilakukan pada Jumat (11/4/2025) di Ruang Seminar Utama Gedung Ir. RPM. Kasifudin FT UNS.

Dalam sambutannya, Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si. menegaskan pentingnya kegiatan seperti ini dalam menjembatani dunia akademik dan industri. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh nilai akademik atau Indeks Prestasi Komulatif (IPK) semata, tetapi juga kemampuan soft skill yang jarang diajarkan secara eksplisit di bangku kuliah.

“Leadership, kemampuan lobby dan negosiasi, dan pendekatan personal menjadi tantangan tersendiri. Di sinilah pentingnya kehadiran praktisi seperti Pak Nandi agar mahasiswa bisa belajar langsung dari pengalaman nyata,” ujarnya.

Ketua Magang dan Career Development Center (CDC) FT UNS, Dr. Ir. Fajar Sri Handayani, S.T., M.T., juga menyampaikan bahwa CEO Talk merupakan bentuk nyata dukungan FT terhadap pengembangan perilaku akademik mahasiswa yang berorientasi pada dunia profesional. “Mahasiswa bisa belajar dari para pemimpin puncak melalui pengalaman mereka. Ini bukan sekadar seminar, tapi bagian dari proses pembentukan karakter akademik,” terang Fajar.

Presiden Direktur TMMIN, Nandi Juliyanto, menyampaikan banyak pelajaran berharga dalam sesi diskusi, mulai dari pentingnya komunikasi dan networking, hingga kunci kesuksesan dalam dunia kerja.

Rektor UNS bersama Presiden Direktur TMMIN

“Kita boleh punya idealisme, tapi kita juga harus melihat kenyataan. Jangan remehkan dan sepelekan segala sesuatu, jalin komunikasi dan perluas networking. Toyota ‘Beyond Zero’ bukan hanya tentang emisi, tapi juga dampak positif ke masyarakat,” jelasnya.

CEO Talk #3 ini juga membuka cakrawala baru bagi mahasiswa, terutama dalam bidang industri manufaktur dan transisi menuju Net Zero Emission (NZE). Toyota, yang telah berkomitmen menuju karbon netral melalui strategi multi-pathway dan pendekatan siklus hidup produk (life cycle), dinilai sebagai contoh nyata bagaimana industri bergerak menuju masa depan berkelanjutan.

Antusiasme mahasiswa pun sangat tinggi. Pada kesempatan tersebut, Toyota juga memberikan kesempatan kepada 20 orang terbaik pada kuis CEO Talk untuk berkunjung langsung ke Toyota. Fatihah Asy Syfa, mahasiswa Teknik Industri salah satu peserta yang berkesempatan berkunjung ke Toyota di jadwal yang akan datang, menyebutkan bahwa CEO Talk adalah acara yang paling ditunggu-tunggu.

“Dengan kehadiran Toyota di FT UNS, kita jadi dapat lebih banyak insight dan informasi seputar perjalanan Toyota serta bidang yang relate dengan Toyota. Paling menarik tentu info seputar internship di Toyota, sangat bermanfaat buat mahasiswa,” ungkapnya.

Faiz Atthalah, mahasiswa Teknik Kimia, juga merasa takjub karena bisa mendengar langsung kisah karier narasumber yang juga berlatar belakang Teknik Kimia.

“Saya jadi lebih terbuka tentang prospek lulusan Teknik Kimia. Narasumbernya inspiratif dan sesi akhir tentang karier dan magang sangat membantu,” ujarnya.

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian CEO Talk FT UNS yang telah berjalan sejak Desember 2024. Dengan mendatangkan pemimpin industri nasional maupun internasional, FT UNS berharap dapat terus menjadi jembatan antara kampus dan dunia industry. Selain itu juga dapat memaksimalkan potensi mahasiswa, tak hanya secara akademik tapi juga secara personal.

Dorongan pengembangan soft skill dan target NZE yang dibahas dalam CEO Talk FT UNS termasuk dalam tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Diantaranya SDGs 4 Pendidikan Berkualitas. Fokus pada pengembangan soft skill mahasiswa melalui pembelajaran langsung dari para pemimpin industry mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan yang relevan untuk pekerjaan masa depan.

Kemudian juga terkait dengan SDGs 7, Energi Bersih dan Terjangkau. Diskusi tentang transisi ke netralitas karbon dan penggunaan energi rendah emisi oleh Toyota sejalan dengan tujuan menyediakan energi yang bersih, terjangkau, dan berkelanjutan.

HUMAS UNS