Rektor: Kepakaran Para Guru Besar Adalah Aset Berharga UNS

Rektor Kepakaran Para Guru Besar Adalah Aset Berharga UNS

UNS – Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., mengukuhkan 10 guru besar baru di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS, Selasa (11/2/2025). Acara ini menjadi bagian dalam agenda Sidang Terbuka Senat Akademik UNS. Total 29 guru besar baru tentunya menjadi kado spesial menjelang Dies Natalis ke-49 UNS.

Prof. Hartono dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengukuhan ini merupakan momentum bersejarah dan membanggakan. Gelar Guru Besar bukan hanya merupakan pencapaian akademik tertinggi, tetapi juga sebuah amanah besar untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“Perjalanan menuju pengukuhan ini tentu bukanlah hal yang mudah, melainkan hasil dari kerja keras, dedikasi, dan komitmen dalam menghasilkan karya-karya ilmiah terbaik di bidangnya masing-masing,” ujar Prof. Hartono.

Lebih lanjut, Beliau menekankan bahwa para guru besar memiliki peran strategis dalam mengatasi berbagai permasalahan bangsa. Kepakaran mereka diharapkan dapat memberikan solusi terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat. Hal tersebut sejalan juga dengan kontribusi pada pembangunan nasional.

“Sebagaimana arahan dari Kemendiktisaintek, universitas saat ini menjadi pusat inovasi, penelitian, dan solusi atas berbagai tantangan global. Kepakaran para Guru Besar adalah aset berharga bagi UNS untuk terus menjalankan misinya sebagai perguruan tinggi yang berkontribusi dalam pembangunan nasional,” tambahnya.

Pengukuhan Guru Besar ini menjadi bukti nyata bahwa UNS terus berupaya meningkatkan kualitas akademik dan penelitian di berbagai bidang. Dengan bertambahnya jumlah Guru Besar, diharapkan reputasi UNS semakin kuat, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sepuluh Guru Besar yang Dikukuhkan

Kesepuluh Guru Besar yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Ir. Minar Ferichani, M.P., sebagai Guru Besar ke-50 pada Fakultas Pertanian (FP) dan ke-342 di UNS. Beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Ekonomi Pertanian dengan pidato inaugurasi yang disampaikan mengangkat judul “Tinjauan Ekonomi Metode SRI (Sistem Of Rice Intensification) Salah Satu Solusi Swasembada Pangan di Indonesia”.

Prof. Dr. Emmy Latifah, S.H., M.H., dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-15 pada Fakultas Hukum (FH) dan ke-343 di UNS. Beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Hukum Perdagangan Internasional dengan pidato inaugurasi yang disampaikan mengangkat judul “Kecerdasan Buatan dan Perdagangan Internasional: Sebuah Lanskap Baru yang Membutuhkan Pengaturan Lebih Lanjut”.

Prof. Dra. Prahastiwi Utari, M.Si., Ph.D., dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-9 pada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) dan ke-344 di UNS. Beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Teori Komunikasi dengan pidato inaugurasi yang disampaikan mengangkat judul “Beyond Human Communication: Artificial Intelligence Dalam Perspektif Teori Komunikasi”.

Prof. Dr.Eng. Risa Suryana, S.Si., M.Si., dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-36 pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan ke-345 di UNS. Beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Fisika Material Elektronik dengan pidato inaugurasi yang disampaikan mengangkat judul “Peran Modifikasi Permukaan Material Dalam Nanosains dan Nanoteknologi”.

Prof. Dr. Sri Yamtinah, M.Pd., dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-90 pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan ke-346 di UNS. Beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Evaluasi dan Pembelajaran Kimia dengan pidato inaugurasi yang disampaikan mengangkat judul “Technology Based Assesment Dalam Pembelajaran Kimia: Transformasi Menuju Pembelajaran yang Lebih Responsif dan Adaptif”.

Prof. Dr. Supriyono, M.Si., dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-25 pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan ke-347 di UNS. Beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ekonomi Konservasi dengan pidato inaugurasi yang disampaikan mengangkat judul “Kepedulian Konservasi Stakeholder Sebagai Fondamen Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan”.

Prof. Dr. Agus Efendi, M.Pd., dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-91 pada FKIP dan ke-348 di UNS. Beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Teknologi Pendidikan dengan pidato inaugurasi yang disampaikan mengangkat judul “Peran Immersive Learning Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Yang Technology Centric di Era Baru Society 5.0”.

Prof. Dr. Techn. Dewi Wisnu Wardani, S.Kom., M.S., dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-3 pada Fakultas Teknologi Informasi dan Sains Data (FATISDA) dan ke-349 di UNS. Beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Semantic Web dengan pidato inaugurasi yang disampaikan mengangkat judul “Knowledge Base dan Kecerdasan Buatan Symbolic untuk Inovasi Dalam Transformasi Digital”.

Prof. Dr. Jaka Suryana, M.Si., dikukuhkan sebagai Guru Besar ke- 51 pada FP dan ke-350 di UNS. Beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Konservasi Tanah dan Air dengan pidato inaugurasi yang disampaikan mengangkat judul “Sistem Usahatani Konservasi Kunci Pembangunan Pertanian Berkelanjutan Pada Lahan Kering di Daerah Aliran Sungai Hulu”.

Prof. Ofita Purwani, S.T., M.T., Ph.D., dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-36 pada Fakultas Teknik (FT) dan ke-351 di UNS. Beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Pengembangan Peri-urban/Desa Kota dengan pidato inaugurasi yang disampaikan mengangkat judul “Kota, Kekuasaan, dan Royal Agency”.

Acara pengukuhan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan UNS, Senat Akademik, Dewan Profesor, keluarga, serta kolega dari para Guru Besar yang dikukuhkan. Selain itu, kehadiran para mahasiswa dan akademisi UNS turut menambah semarak prosesi pengukuhan ini.

Dengan bertambahnya Guru Besar di lingkungan UNS, universitas ini semakin menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, menghasilkan inovasi, serta berkontribusi dalam pemecahan masalah yang dihadapi masyarakat. UNS optimis bahwa langkah ini akan semakin memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing global.

Humas UNS

Reporter: R. P. Adji

Redaktur: Dwi Hastuti