Tak Hanya Tips Sukses, Talkshow LPDP UNS Kini Fasilitasi Simulasi LGD

UNS – Ikatan penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sukses menggelar acara Talkshow LPDP UNS. Berbeda dari tahun sebelumnya, kegiatan kali ini tidak hanya menghadirkan gelar wicara seputar beasiswa LPDP, tetapi juga simulasi Leaderless Group Discussion (LGD). Tema yang diangkat pada acara ini adalah “LPDP untuk Semua” dan subtema “The Way to Unbox Your Dream”. Talkshow LPDP UNS yang dihadiri lebih dari lima ratus orang baik dari peserta umum dan tamu undangan ini dilaksanakan pada Sabtu (31/3/2018) di Aula Gedung F Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNS.

“Kami memilih tema tersebut karena LPDP merangkul semua pihak dan LPDP bukanlah sebuah lingkungan eksklusif. Kegiatan ini merupakan sebuah acara yang dibutuhkan karena atensi pesertanya begitu besar. Bangsa Indonesia tidak hanya butuh orang yang jujur dan pintar, tetapi juga orang yang berintegritas tinggi pada bangsa Indonesia,” ujar Nugroho Ponco Santoso selaku Ketua Panitia Talkshow LPDP UNS.

Acara ini menghadirkan beberapa pembicara yang telah berpengalaman di bidangnya, yaitu Astera Primanto B. selaku Pelaksana tugas (Plt). Direktur Utama LPDP Republik Indonesia, Greget Kalla Buana selaku Alumni LPDP Luar Negeri dari Durham University United Kingdom, Ahmad Ma’ruf selaku Penerima Hibah LPDP Dalam Negeri dan Lurah LPDP Institut Teknologi Bandung, serta Lita Liviani Taopan selaku Penerima Hibah LPDP Afirmasi UNS. Persembahan tari dan sambutan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UNS  Sutarno, mewarnai pembukaan acara tersebut.

Astera Primanto B. mengungkapkan bahwa untuk mendapatkan capaian yang tinggi, seseorang juga harus memantaskan dirinya dengan usaha yang tinggi pula. Nantinya, penerima LPDP ini tidak hanya dibiayai pendidikannya saja, tetapi juga harus memberikan kontribusi kepada negeri. Apalagi di era revolusi industri 4.0 ini, kehidupan semakin maju dengan berbagai inovasi dan perkembangan teknologi sangat pesat.

“Merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bisa kembali ke UNS sebagai alumni LPDP. Sebagai bentuk tanggung jawab dan rasa syukur, saya ingin turut andil dalam membuka jalan bagi adik-adik di UNS untuk mengejar impian mereka melalui acara-acara semacam ini. Semoga sukses dan sampai jumpa di puncak kesuksesan. Pesan saya, di dunia ini tidak ada yang namanya kebetulan. Setiap hal yang terjadi adalah saling terkait. Untuk itu, rencanakan baik-baik dan berusahalah semaksimal mungkin. Terakhir, berprasangka baiklah kepada Allah,” terang Greget Kalla Buana.

“Saya pernah gagal saat tes pertama, namun saya tetap mencoba lagi karena kita punya kesempatan yang sama untuk kembali mencoba. Tips dari saya, motivasilah diri sendiri dan luruskan niat. Yang awalnya niatnya untuk jalan-jalan, maka perbaiki niat untuk benar-benar menggali ilmu,” ungkap Ahmad Ma’ruf.

Lita Liviani Taopan juga membagikan kisah bahwa masalah utama yang dihadapi terkait informasi beasiswa di daerahnya, Nusa Tenggara Timur, adalah kurangnya akses informasi beasiswa termasuk LPDP. Penerima hibah LPDP afirmasi ini juga menceritakan kisahnya sebagai ibu muda dari NTT dengan niat sungguh-sungguh bisa membuktikan untuk lolos LPDP. Meninggalkan keluarga, suami dan anak-anak, untuk mengejar pendidikan merupakan sebuah perjuangan yang berat baginya. Namun, ia tetap berjuang agar nantinya anak-anaknya juga bisa mendapatkan pendidikan yg baik juga.

Para peserta Talkshow LPDP

Di tahun ketiga ini, acara tahunan Talkshow LPDP UNS menghadirkan sesi simulasi LGD. Tiga ratus pendaftar pertama acara tersebut menjadi peserta terpilih yang mengikuti simulasi LGD. LGD merupakan salah satu bagian dari rangkaian seleksi beasiswa LPDP. Teknis pelaksanaannya adalah para peserta diminta untuk berdiskusi terkait suatu permasalahan. Hal ini bertujuan untuk mengamati perilaku seseorang selama diskusi berlangsung.

“Aku baru pertama ikut ini. Kita dikasih kertas terus diskusi sama kelompoknya 20 menit. Tiap kelompok beda-beda bahasan, aku bahas tentang isu hoax,” ujar Novia Rahmah Bastian, mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia UNS. humas.red-uns/Zul/Dty

By | 2018-05-01T17:19:59+00:00 07 April 2018|Categories: Berita Terkini|