UNS – Mobil Astaka rancangan Tim Bengawan Formula Student Automotive Engineering Universitas Sebelas Maret (FSAE UNS) Surakarta berhasil meraih poin yang diperlukan guna berlaga di Sirkuit Shizuoka Stadium pada ajang Student formula Japan (SFJ) 2017. SFJ merupakan event otomotif tahunan bergengsi yang diselenggarakan oleh Japan Society of Automotive Engineering.

Pencapaian ini jauh lebih membanggakan dari pada tahun lalu, dimana Tim Bengawan UNS juga ikut berpartisipasi dalam SFJ namun gagal lolos karena tidak memenuhi skor minimal  untuk kompetisi.

Mobil Tim Bengawan UNS

Tahun ini Tim Bengawan UNS melakukan berbagai inovasi pada mobil Astaka. Inovasi tersebut di antaranya adalah penambahan sayap di depan dan belakang mobil untuk meningkatkan performa mobil serta penambahan katup di bagian muka mobil untuk pengaturan angin yang lebih baik.

Bhre Wangsa Lenggana, seorang anggota Tim Bengawan FSAE UNS, mengatakan meski timnya belum dapat meraih penghargaan, dapat berkompetisi pada sirkuit SFJ 2017 sudah merupakan hal yang membanggakan. Pasalnya, untuk mengikuti kompetisi tersebut diperlukan beberapa tahapan yang perlu dilewati.

Persiapan sudah dilakukan sejak Januari walaupun kompetisi baru dilaksanakan pada tanggal 4-9 bulan September. Biaya yang diperlukan untuk pembuatan mobil Astaka juga tidak sedikit. Diperlukan setidaknya ±120 juta rupiah, yang diperoleh dari Kemenristekdikti, universitas, sponsor dan UNS Global Challenge.

“Pembuatan dan perakitan sudah kita mulai dari Januari hingga Agustus kemarin. Kemudian kami kirim persyaratan untuk mengikuti SFJ 2017 yang meliputi spesifikasi mobil, video kelayakan mobil serta dokumen lainnya. Dan mobil Astaka kami dinyatakan lolos mengikuti SFJ 2017,” tambah Bhre.

Prestasi ini pun disambut baik oleh Dekan Fakultas Teknik UNS, Dr Sholichin MT.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang telah diperoleh oleh mahasiswa tersebut. Tim dari UNS ini mengalami kemajuan yang pesat  dibanding tahun lalu,” ujar Sholichin. humas-red.uns/Sav/Eln