UPT PPK UNS Adakan Bimtek dan Simulasi Penanganan serta Penanggulangan Karhutla di KHDTK Gunung Bromo

UPT PPK UNS Adakan Bimtek dan Simulasi Penanganan serta Penanggulangan Karhutla di KHDTK Gunung Bromo

UNS — Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan (PPK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Simulasi Penanganan serta Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Rabu (24/8/2022). Kegiatan berlangsung di Pendopo Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Gunung Bromo UNS

Lebih dari 50 orang peserta dari berbagai elemen masyarakat turut hadir. Mereka terdiri dari Masyarakat Peduli Api (MPA) Singo Serang KHDTK Gunung Bromo UNS, Satuan Pengamanan Hutan Internal KHDTK Gunung Bromo UNS, MPA Singo Lawu Tawangmangu, Batalyon Infanteri (Yonif) 413/Bremoro Palur, Badan Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Lawu Utara Perhutani KPH Surakarta, Relawan SAR Karanganyar, serta Relawan Podang Kuning.

Bimbingan teknis dan simulasi pengendalian karhutla dibuka dengan sambutan Kepala Sub Direktorat Pengendalian Karhutla, Anis Susanti Aliati yang mewakili Ditjen PPI Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sambutan berikutnya disampaikan Wakil Rektor Riset dan Inovasi UNS, Prof. Dr. Kuncoro Diharjo, S.T., M.T. Beliau sekaligus membuka kegiatan bimtek dan simulasi tersebut.

“Acara ini bertujuan untuk mengetahui langkah koordinasi penanganan Karhutla, metode penanganan Karhutla di lapangan, cara pencegahan dan pengendalian Karhutla, memahami Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan Karhutla, khususnya di KHDTK Gunung Bromo UNS. Kegiatan ini sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai Karhutla,” tutur Anis Susanti.

Sesi Materi Ancaman dan Pencegahan Karhutla

Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) dan Kebakaran Hutan Wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Haryo Pambudi S.Hut., M.Sc., menyampaikan materi secara daring terkait Ancaman dan Pencegahan Karhutla. Ia menyampaikan dua faktor terjadinya Karhutla, yakni dikarenakan faktor alam dan non alam. Mulyadi dari BPBD Kabupaten Karanganyar menyampaikan materi berikutnya terkait Peran Relawan dalam Manajemen Penanggulangan Bencana.

UPT PPK UNS Adakan Bimtek dan Simulasi Penanganan serta Penanggulangan Karhutla di KHDTK Gunung Bromo

Kemudian, Mardhika Sapto Sari menyampaikan materi Pemberdayaan MPA untuk Pencegahan dan Penanganan Karhutla. Materi keempat disampaikan oleh Dwi Priyo Ariyanto, Ph.D., mengenai SOP Penanganan Karhutla di KHDTK Gunung Bromo UNS. Terakhir, materi disampaikan oleh Slamet Sukeri dengan topik Teknik Pencegahan dan Penanganan Karhutla.

Kegiatan Simulasi Penanganan Karhutla

Simulasi dilakukan membagi dua titik api pada lokasi yang berbeda di sekitar Panggung KHDTK Gunung Bromo UNS. Peserta dari Relawan MPA dan Satuan Pengamanan Hutan Internal KHDTK Gunung Bromo UNS dibagi menjadi dua regu yang bertugas memadamkan api pada masing-masing titik.

UPT PPK UNS Adakan Bimtek dan Simulasi Penanganan serta Penanggulangan Karhutla di KHDTK Gunung Bromo

Regu pertama melakukan pemadaman menggunakan alat-alat manual yang bisa ditemukan di alam seperti gepyok ‘daun pohon palem’. Dengan ketersediaan air terbatas, belum tentu ada air yang melimpah ketika terjadi Karhutla.

Relawan diharuskan dapat berinisiatif menggunakan sumber daya yang ada untuk mengendalikan api. Setelah sekitar sepuluh menit simulasi berlangsung api sudah berhasil dipadamkan. Relawan kemudian menyisir dan memastikan sisa bara api yang masih ada telah padam menggunakan air dari alat jet shooter.

Regu Kedua mendapatkan tugas memadamkan api menggunakan alkon ‘mesin diesel pompa air’ yang dialirkan ke selang penyemprot. Hal tersebut bertujuan agar relawan selalu siap dan terampil mengoperasikan mesin dengan baik ketika terjadi kondisi darurat. Pada akhir simulasi setelah dipastikan api dan bara api padam, dilakukan briefing akhir untuk memastikan kondisi anggota tim lengkap.

UPT PPK UNS Adakan Bimtek dan Simulasi Penanganan serta Penanggulangan Karhutla di KHDTK Gunung Bromo

Kegiatan bimtek semacam ini juga direncanakan menjadi agenda tahunan dengan harapan agar Relawan MPA selalu siap dan mampu menjalankan tugas dengan baik ketika dibutuhkan. Humas UNS

Reporter: Rangga Pangestu Adji
Editor: Dwi Hastuti

UPT PPK UNS Sosialisasikan Prosedur Berkegiatan Motor Trail di KHDTK Gunung Bromo

UPT PPK UNS Sosialisasikan Prosedur Berkegiatan Motor Trail di KHDTK Gunung Bromo

UNS — Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan (PPK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Sosialisasi Peraturan Prosedur Kegiatan Motor Trail di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Gunung Bromo UNS, Sabtu (20/8/2022).

Acara ini bertujuan memberikan arahan mengenai prosedur dalam pemanfaatan lahan KHDTK Gunung Bromo sebagai jalur lintas kegiatan motor trail. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk membangun silaturahmi antara UPT PPK UNS selaku pengelola KHDTK Gunung Bromo dengan komunitas trail se-Keresidenan Surakarta.

Melansir dari diklathut.uns.ac.id, kegiatan ini dihadiri kurang lebih 65 orang. Para peserta meliputi Penyuluh Kehutanan Lapangan Karanganyar dari Cabang Dinas Kehutanan (CDK) wilayah X Surakarta, perwakilan Indonesia Off-Road Federation Kabupaten Karanganyar dan Kota Surakarta, Kepala Desa Sewurejo, perwakilan Komunitas Motor Trail se-Keresidenan Surakarta, perwakilan anggota Kelompok Tani Hutan (KTH), Masyarakat Peduli Api (MPA), serta masyarakat sekitar Alas Bromo Karanganyar.

Kegiatan sosialisasi dimulai pukul 09.00 WIB yang berlokasi di KHDTK Gunung Bromo. Kepala Humas dan Kerjasama UPT PPK UNS, Dr. Marimin, S.Sos., membuka sekaligus memberikan sambutan dalam kegiatan ini.

Aktivitas yang Dapat Dilakukan di KHDTK Alas Bromo

Mardhika Sapto Sari sebagai Penyuluh Kehutanan Lapangan Karanganyar dari Cabang Dinas Kehutanan Wilayah X Surakarta menyampaikan materi pertama dengan tema “Aktivitas yang Dapat Dilakukan di KHDTK Alas Bromo”.

Mardhika menjelaskan mengenai pemanfaatan lahan KHDTK Alas Bromo UNS yang tergolong dalam kategori hutan produksi. Lahan dengan kategori tersebut hanya diperuntukkan untuk Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan. Hal ini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 23 tahun 2021 Pasal 109 sampai Pasal 111.

Wisata alam yang dapat dilakukan pada kawasan hutan menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) No.8 tahun 2021 Pasal 157 adalah Wisata Berburu, Wisata Minat Khusus, dan Penyediaan Rest Area. Area KHDTK Gunung Bromo memiliki wisata alam berupa wisata minat khusus, salah satunya adalah kegiatan motor trail yang tentunya melalui beberapa prosedur perizinan.

Prosedur Kegiatan Wisata Minat Khusus di KHDTK Gunung Bromo

Kepala UPT PPK UNS, Dwi Priyo Ariyanto S.P., M.Sc., Ph.D., memberikan arahan bahwa kegiatan wisata minat khusus di KHDTK Gunung Bromo harus dilakukan secara terkontrol dan terkendali untuk mencegah kerusakan hutan.

“Peraturan yang perlu dipatuhi oleh peserta kegiatan motor trail antara lain harus melalui jalur yang sudah diizinkan oleh pengelola, tidak merusak tanaman dan tegakan hutan, turut menjaga kondisi biofisik kawasan hutan, serta harus saling menghormati sesama,” terang Dwi Priyo Ariyanto, Ph.D.

Prosedur perizinan berkegiatan motor trail dilakukan melalui beberapa tahap yaitu pengajuan surat izin yang berisi tanggal pelaksanaan, jumlah peserta dan penanggung jawab, serta foto identitas. Berikutnya, peserta melaporkan diri ke petugas keamanan ketika memasuki kawasan Alas Bromo, dan mendapatkan surat izin dari pengelola Alas Bromo setelah melengkapi prosedur dan administrasi.

Adapun jenis layanan dan pengelolaan jalur lintas kendaraan di KHDTK Alas Bromo antara lain layanan motor trail dengan tarif Rp 15.000/motor maksimal 2 jam, layanan Fun Off-Road dengan tarif Rp 20.000 (diluar sewa kendaraan), layanan Off-Road Extreme dengan tarif Rp 25.000 (diluar penggunaan fasilitas lain).

Pada Akhir sesi materi kedua ini, Dr. Sc.agr. Rahayu, S.P., M.P., selaku Kepala Divisi Inovasi dan Pengembangan Usaha juga turut memberikan pesan kepada peserta yang akan melakukan kegiatan motor trail untuk senantiasa bekerja sama dalam melaksanakan peraturan dan prosedur yang telah dibuat oleh pengelola KHDTK Gunung Bromo. Humas UNS

Reporter: Rangga Pangestu Adji
Editor: Dwi Hastuti

UNS Adakan Kompetisi Balap Sepeda Tingkat Nasional di KHDTK Gunung Bromo

UNS Adakan Kompetisi Balap Sepeda Tingkat Nasional di KHDTK Gunung Bromo

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan kompetisi sepeda gunung tingkat nasional. Kompetisi ini bertajuk Rektor Cup National Cross Country MTB Competition UNS #1. Kegiatan yang akan berlangsung selama dua hari pada 18-19 Juni 2022 ini juga merupakan rangkaian acara Dies Natalis ke-46 UNS.

Rektor Cup ini dinakhodai oleh Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) PMPA Ajusta Brata Fakultas Teknik (FT) UNS yang berkolaborasi dengan Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI). Selama dua hari, para peserta akan berkompetisi di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Gunung Bromo UNS, Mojogedang, Kabupaten Karanganyar.

Maulana Al-Ghifari selaku Ketua Panitia mengatakan bahwa Rektor Cup National XC MTB Competition UNS #1 adalah kompetisi balap sepeda gunung yang memfokuskan pada cabang lomba XC (Cross Country).

“Kompetisi ini dapat diikuti oleh masyarakat umum baik atlet maupun pemula yang terdiri dari 5 kategori. Kelima kategori tersebut adalah man junior untuk usia 17-18 tahun, mahasiswa putra usia 17-22 tahun, man open umur 19-34 tahun, master A usia 35-45 tahun, dan master B dengan usia 46 tahun ke atad,” jelasnya, Jumat (17/6/2022).

Ia menambahkan bahwa peserta kompetisi ini berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, seperti Bali, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, dan Yogyakarta. Berdasarkan keseluruhan kategori, Rektor Cup ini diikuti oleh 100-an peserta dari berbagai club sepeda di Indonesia.

Pada hari pertama, Sabtu (18/6/2022) peserta akan melakukan registrasi ulang dan technical meeting. Kemudian, pada hari kedua, Minggu (19/6/2022) akan dilaksanakan pembukaan acara, kompetisi dengan lima kategori, dan penutup sekaligus pengumuman pemenang kompetisi ini.

“Acara ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar karena dapat sebagai sarana dalam pengembangan potensi UMKM lokal, salah satunya adalah Masyarakat Peduli Api (MPA),” imbuhnya.

Dr. Ir. Lobes Herdiman, M.T. selaku pembina PMPA Ajusta Brata mengatakan bahwa kompetisi ini bertujuan sebagai sarana penyaluran minat dan bakat masyarakat Indonesia dalam olahraga Mountine Bike cabang Cross-Country Olympic. Selain itu juga sebagai sarana promosi KHDTK UNS.

“Melalui kompetisi ini juga diharapkan dapat mewadahi minat dan mengasah kemampuan atlet balap sepeda di tingkat nasional dan sarana penyaringan atlet balap sepeda tingkat nasional yang berkualitas terutama di bidang Cross-Country. Selain itu juga dapat memberikan ruang apresiasi kepada para atlet balap sepeda dan dapat meningkatkan pengunjung wanawisata KHDTK Gunung Bromo UNS,” tuturnya. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti

Gelar Riset di Waduk Delingan dan KHDTK Gunung Bromo, Ini Misi Mahasiswa UNS

Gelar Riset di Waduk Delingan dan KHDTK Gunung Bromo, Ini Misi Mahasiswa UNS

UNS — Mahasiswa Program Studi (Prodi) S-2 Pendidikan Sains Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar penelitian di Waduk Delingan dan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Gunung Bromo, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (16/5/2022).

Di bawah pendampingan dosen mata kuliah Praktikum IPA Terpadu, Dr. Masykuri, M.Si dan Dr. Muzzazinah, M.Si., tim mahasiswa UNS yang terdiri dari 16 orang diterjunkan guna mendapatkan data terkait kondisi dan kualitas perairan di kedua kawasan tersebut.

Dalam keterangan resmi yang diterima uns.ac.id, Dr. Masykuri mengatakan bahwa kegiatan tersebut sengaja digelar untuk menuntut mahasiswa menguasai teori, praktik, dan aktivitas saintifik yang baik.

“Semenjak adanya pandemi Covid-19, kegiatan penelitian ini merupakan kali pertama program studi S-2 Pendidikan Sains FKIP UNS menyelenggarakan penerjunan kembali mahasiswa ke lapangan,” ungkap Dr. Masykuri.

Waduk Delingan dan KHDTK Gunung Bromo yang dijadikan lokasi penelitian dipilih berdasar beberapa faktor.

Pertama, Waduk Delingan merupakan waduk yang digunakan sebagai sumber irigasi untuk lahan seluas 2.410 hektar di sekitarnya di Kabupaten Karanganyar. Tidak mengherankan apabila waduk ini menjadi harapan para petani untuk mengairi lahan pertaniannya.

Di lokasi inilah tim mahasiswa UNS kemudian dibagi menjadi empat kelompok untuk melakukan penelitian dengan fokus pengamatan pada debit, pH, dan suhu perairan.

Dalam pengambilan data di lapangan, mahasiswa menetapkan empat titik utama sebagai fokus pengambilan sampel. Empat titik tersebut diantaranya inlet, badan, outlet, dan aliran sungai Waduk Delingan.

Pengambilan sampel diperlukan karena tim mahasiswa UNS hendak melakukan analisis pengujian kualitas air untuk selanjutnya diujikan menggunakan spektrofotometri UV-Vis yang terdapat di UPT Laboratorium IPA Terpadu UNS.

“Pengujian itu penting dilakukan untuk memberikan informasi terbaru tentang kondisi dan kualitas perairan di waduk Delingan dan sekitarnya,” terang Dr. Masykuri.

Selain itu, tim mahasiswa UNS yang turut menyusuri KHDTK Gunung Bromo ditugasi untuk menganalisis keanekaragaman flora.

Perlu diketahui bahwa KHDTK Gunung Bromo merupakan kawasan hutan seluas 126,291 hektar dengan kekayaan flora dan ekosistem.

Kawasan itu dikelola oleh UPT Pendidikan dan Pengelolaan Kehutanan UNS dengan pihak KHDTK Gunung Bromo dan diperuntukkan bagi kepentingan pendidikan, penelitian, dan pengembangann ilmu pengetahuan dan teknologi.

Tim mahasiswa UNS yang diterjunkan melakukan pengambilan data keanekaragaman dengan sistem plotting yang dibagi menjadi beberapa titik dalam kawasan KHDTK Gunung Bromo.

Dalam pengamatannya, mahasiswa mengidentifikasi jenis, jumlah dan kondisi fisik dari berbagai flora yang ditemukan. Hasil yang ditemukan nantinya akan dikembangkan dan disusun menjadi informasi hasil riset yang dapat digunakan sebagai bahan literature terkait.

 “Diharapkan penelitian ini akan menghasilkan informasi data terbaru terkait kondisi tumbuhan dan Keanekaragaman di kawasan KHDTK Gunung Bromo,” tutur Dr. Masykuri. Humas UNS

UNS Gelar Syawalan Alas Bromo: Bromo Culture Festival 2022

UNS Gelar Syawalan Alas Bromo: Bromo Culture Festival 2022

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar kegiatan Syawalan Alas Bromo: Bromo Culture Festival pada tanggal 4 – 7 Mei 2022 tepat setelah perayaan Hari Raya Idulfitri 1443 H. Acara ini bertempat di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Gunung Bromo UNS, Mojogedang, Kabupaten Karanganyar atau yang lebih dikenal dengan sebutan Alas Bromo UNS di Karanganyar.

Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. mengungkapkan kegiatan Bromo Culture Festival ini dimeriahkan dengan serangkaian acara seperti Bazar Kuliner dan UMKM, Festival Reog, Festival Seni, dan High Rope Outbond dan Offroad.

“Kegiatan Bazar Kuliner dan UMKM adalah kegiatan yang dapat diikuti oleh masyarakat dan UMKM sekitar Alas Bromo, dengan menampilkan produk unggulan daerah, berupa kuliner tradisional dan kerajinan dari pelaku usaha sekitar Alas Bromo. Selain itu, juga ada kegiatan Festival Reog yang dapat diikuti oleh masyarakat umum dari berbagai kalangan dimana memperebutkan Piala Rektor UNS dan Piagam Bupati Karanganyar,” ujar Prof. Jamal dalam sambutannya, Rabu (4/5/2022).

Selain itu terdapat kegiatan Festival Seni yang berupa pertunjukan tarian dan musik oleh mahasiswa UNS. Serta ada kegiatan High Rope Outbond dan Offroad yang merupakan ajang untuk memperkenalkan kegiatan outdoor yang ada di alas bromo ke masyarakat umum yang berkunjung.

“Saya berharap dengan serangkaian kegiatan Bromo Culture Festival yang digelar pada bulan Mei 2022 ini menjadi penggerak untuk dilaksanakan kegiatan serupa dan demi memeriahkan KHDTK Gunung Bromo UNS,” lanjut Prof. Jamal.

Prof. Jamal turut mengucapkan terima kasih kepada Bupati Karanganyar, Drs. Juliyatmono, M.M. yang telah memberikan fasilitas demi optimalisasi pelaksanaan kegiatan Bromo Culture Festival dapat terselenggara dengan baik.

“Saya juga ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan semua yang kersa rawuh untuk memberikan semangat pada acara ini,” tambah Prof. Jamal.

Terakhir Prof. Jamal berharap dari terlaksananya kegiatan ini dapat menambah nilai terkhusus untuk area di Karanganyar.

“Setidaknya untuk penduduk di sekitar ini agar ekonomi menjadi lebih baik, pendidikan lebih baik, dan tentu menjadi investasi besar bagi Kabupaten Karanganyar. Misalnya saja, saat liburan semakin banyak masyarakat di luar kota yang rawuh datang ke Karanganyar,” terang Prof. Jamal.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan (UPT PPK) UNS, Dwi Priyo Ariyanto, Ph.D. mengatakan selain untuk memperingati Hari Raya Idulfitri 1443 H, kegiatan Bromo Culture Festival juga diselenggarakan untuk mengenalkan Alas Bromo UNS dan UMKM di sekitar Alas Bromo UNS kepada masyarakat umum.

“Adapun tujuan diadakannya kegiatan Bromo Culture Festival untuk mengenalkan dan mempersiapkan Alas Bromo UNS sebagai wisata alam dan Pendidikan bagi masyarakat umum. Membantu meningkatkan UMKM dan mengenalkan ke masyarakat dalam maupun luar Soloraya tentang adanya hutan kota di Karanganyar, yaitu Alas Bromo UNS yang dikelola oleh UNS. Dapat mempermudah penyusunan langkah untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan lainnya dan menjadi awalan dalam menjalin kerja sama antara UPT PPK UNS dengan UMKM, masyarakat, dan pihak-pihak yang berkepentingan di sekitar Alas Bromo UNS. Serta melestarikan budaya Indonesia, salah satunya Tarian Reog,” pungkas Dwi. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Editor: Dwi Hastuti