Haryani Saptaningtyas, dosen Sekolah Pascasarjana UNS, diundang menjadi pemateri dalam konferensi internasional perubahan iklim di Universitas Chulalongkorn, Bangkok, Thailand, pada 29–31 Oktober 2026. Ia memaparkan riset tentang resiliensi masyarakat pesisir Demak terhadap bencana rob guna merumuskan policy brief serta memperkuat jejaring riset regional.
UNS – Dosen Program Studi Magister dan Doktor (S-2/S-3) Penyuluhan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Sekolah Pascasarjana Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Haryani Saptaningtyas, S.P., M.Sc., Ph.D., diundang menjadi pemateri dalam konferensi internasional perubahan iklim dan pembangunan di Universitas Chulalongkorn, Bangkok, Thailand, pada 29–31 Oktober 2026.
Forum akademik di perguruan tinggi tertua dan terkemuka di Thailand tersebut mempertemukan para pakar dan peneliti lintas disiplin dari sejumlah kampus kenamaan Asia Tenggara, antara lain Universitas Chiang Mai, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Mahidol, Universitas Pertanian Nasional Vietnam, dan Universitas Ateneo Manila, serta para aktivis lingkungan hidup regional dan Eropa.
Dalam pertemuan tersebut, Haryani memaparkan artikel ilmiah bertajuk “Ensuring Community Protection: Location, Livelihood and Life (3L), Human (Im)mobility in Slow-Onset Disaster”. Riset ini mengkaji dinamika resiliensi, penghidupan, serta mobilitas masyarakat yang terdampak bencana rob menahun di kawasan pesisir Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.


Salah satu fokus bahasan forum adalah merumuskan naskah ringkas kebijakan (policy brief) bagi para pengambil kebijakan dan aparatur pemerintah. Haryani menekankan pentingnya pemerintah daerah menyelaraskan rancangan program pembangunan dengan inisiatif mandiri dan strategi adaptasi yang telah dipraktikkan langsung oleh komunitas terdampak bencana perlahan (slow-onset disaster).
“Sepanjang konferensi, pertukaran wawasan ilmiah berlangsung sangat dinamis, termasuk peluang penjajakan hibah riset (research grant). Forum ini bahkan menyepakati inisiatif penulisan artikel ilmiah kolaboratif berbasis komparasi studi kasus (case study) dari masing-masing presenter,” ungkap Haryani.
Keikutsertaan delegasi UNS dalam konferensi bergengsi ini diharapkan dapat memperkaya materi bahan ajar perkuliahan di lingkungan UNS, khususnya pada rumpun keilmuan pemberdayaan masyarakat, pembangunan berkelanjutan, dan aksi mitigasi perubahan iklim. Selain itu, kehadiran ini kian memperkokoh jejaring strategis UNS dengan perguruan tinggi papan atas di kawasan Asia Tenggara. Humas UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Siapa perwakilan dari UNS yang menjadi pemateri dalam konferensi internasional di Thailand?
Haryani Saptaningtyas, S.P., M.Sc., Ph.D. dari Sekolah Pascasarjana UNS menjadi pemateri dalam konferensi internasional tersebut. Lihat di artikel
Di mana dan kapan konferensi internasional perubahan iklim tersebut diselenggarakan?
Konferensi tersebut diselenggarakan di Universitas Chulalongkorn, Bangkok, Thailand, pada tanggal 29–31 Oktober 2026. Lihat di artikel
Apa topik artikel ilmiah yang dipaparkan oleh delegasi UNS dalam forum tersebut?
Delegasi UNS memaparkan artikel ilmiah bertajuk “Ensuring Community Protection: Location, Livelihood and Life (3L), Human (Im)mobility in Slow-Onset Disaster”. Lihat di artikel
Kawasan mana yang menjadi studi kasus dalam riset yang dipaparkan oleh Haryani?
Riset tersebut mengkaji dinamika resiliensi masyarakat yang terdampak bencana rob menahun di kawasan pesisir Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Lihat di artikel



















