Charity Golf Tournament IKA UNS Kembali Digelar, Menpora Buka Turnamen secara Langsung

Charity Golf Tournament IKA UNS Kembali Digelar, Menpora Buka Turnamen secara Langsung

UNS — Charity Golf Tournament kembali digelar oleh Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada Minggu (24/7/2022). Turnamen golf yang sedianya diselengggarakan tiap tahun ini sempat terhenti selama pandemi Covid-19 merebak. Tahun ini akhirnya Charity Golf Tournament IKA UNS mulai digelar kembali.

Turnamen ini dilaksanakan di Royale Jakarta Golf Club, Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Dalam turnamen tersebut, hadir secara langsung Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali. Menpora sekaligus membuka turnamen ini secara simbolis dengan pemukulan bola asap. Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Prof. Wimboh Santoso tampak mendampingi Menpora saat membuka acara.

“Pagi ini untuk golf bersama IKA UNS, sebagaimana permintaan panitia saya mendoakan semuanya bisa hole in one,” ujar Menpora.

Saat membuka, Menpora memberi wejangan agar peserta menikmati turnamen golf ini. Beliau juga mengingatkan agar seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding.

“Semua doanya untuk yang terbaik. Dan terakhir silakan bermain dengan enjoy dan gembira serta junjung tinggi sportivitas. Selamat menikmati golf gembira untuk IKA UNS. Dengan bacaan basmalah saya nyatakan dimulai golf gembira IKA UNS,” buka Menpora.

Rektor UNS, Prof. Jamal mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kehadiran Menpora dalam turnamen ini. Prof. Jamal mengatakan bahwa kehadiran Menpora dapat membangkitkan semangat berolahraga.

“Beberapa saat yang lalu waktu beliau di Solo, saya juga meminta kepada Pak Menteri agar Pak Menteri kerso untuk membuka acara IKA UNS Golf Tournament ini yang sempat terhenti. Dan Alhamdulillah Pak Menteri senang dan hari ini hadir dengan membangkitkan semangat akan pentingnya berolahraga,” kata Prof. Jamal.

Prof. Jamal juga mengungkapkan bahwa kehadiran Menpora merupakan wujud dedikasinya dalam dunia olahraga. Hal itu memunculkan kegembiraan bagi segenap sivitas akademika UNS.

“Saya sangat senang, ini juga menunjukkan bahwa kepedulian Menpora Zainudin Amali terhadap dunia olahraga khususnya olahraga golf ini sangat bagus dan luar biasa,” tutur Prof. Jamal. Humas UNS

Reporter: Ida Fitriyah
Editor: Dwi Hastuti

Dukung Pengembangan Pendidikan Berbasis DUDI, SV UNS Jalin Kerja Sama dengan PT Insani Investama

Dukung Pengembangan Pendidikan Berbasis DUDI, SV UNS Jalin Kerja Sama dengan PT Insani Investama

UNS — Sekolah Vokasi (SV) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang kemudian dilanjutkan dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Insani Investama. Penandatanganan ini dilaksanakan di Aula SV UNS lantai 1 pada Kamis (7/4/2022). Jangka waktu kerja sama yang terjalin selama 2 tahun sejak MoU dan PKS ditandatangani.

Adapun kerja sama ini dimaksudkan untuk pengembangan pendidikan berbasis Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) yang menjadi fokus penting dalam penerapan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Hal ini yang juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk bebas memilih mata kuliah yang akan mereka ambil. Sekaligus mengambil program magang di DUDI.

Dukung Pengembangan Pendidikan Berbasis DUDI, SV UNS Jalin Kerja Sama dengan PT Insani Investama

“Melalui kerja sama ini harapannya dapat menciptakan lulusan UNS yang memiliki kompetensi sesuai DUDI. Juga untuk menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai bidang keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja,” ucap Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, Bisnis, dan Informasi UNS, Prof. Dr.rer.nat. Sajidan, M.Si. dalam sambutannya.

Prof. Sajidan pun berharap dari adanya MoU dan PKS yang menggandeng PT Insani Investama akan melahirkan kerja sama yang sinergis, terus berkembang, serta bermanfaat bagi antar pihak.

Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Direktur Utama PT Insani Investama, Wymbo Widjaksono. Wymbo mengatakan bahwa penandatanganan nota kesepahaman ini juga akan melibatkan Insani Group beserta anak perusahaannya.

“Kerja sama ini akan melibatkan seluruh perusahaan milik Insani Group yang terdiri dari PT Insani Investama sebagai holding company lengkap dengan anak-anak perusahaannya,” ujar Wymbo.

Anak perusahaan dari Insani Group antara lain, PT BPR Bina Sejahtera Insani (Binsani), PT BPR Rejeki Insani (Rinsani), PT BPR Dutabhakti Insani (Dinsani), PT Sewoo Insan Sentosa yang bergerak di bidang IT Consulting, dan juga Kantor Jasa Akuntan (KJA) PT Jasa Insani Surakarta.

Selain itu, Wymbo juga menghimbau hasil kerja sama ini dapat mencetak lulusan UNS yang siap kerja serta memiliki kompetensi sesuai dengan yang dibutuhkan DUDI.

“Semoga kerja sama antara UNS dan PT Insani Investama dapat memberikan manfaat untuk dunia pendidikan di Indonesia khususnya di Surakarta. Serta bermanfaat bagi kedua belah pihak, dan mahasiswa UNS terkhususnya,” papar Wymbo.

Wymbo menambahkan, kerja sama ini tidak hanya meliputi bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang pengembangan SDM dan penyelenggaraan program MBKM. Tetapi juga pengembangan usaha dan industri, khususnya dalam bidang perbankan, teknologi informasi, dan jasa akuntansi.

Dukung Pengembangan Pendidikan Berbasis DUDI, SV UNS Jalin Kerja Sama dengan PT Insani Investama

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, Eko Yulianto menyampaikan bahwa OJK turut mendukung dan mengapresiasi penandatanganan kerja sama ini. Ia pun berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa UNS untuk magang sebelum terjun ke dunia kerja.

Selanjutnya, Wakil Dekan Perencanaan, Kerjasama, Bisnis Dan Informasi Sekolah Vokasi, Dr. Eng. Herman Saputro, S.Pd., M.Pd., M.T. mengungkapkan, kerja sama yang terjalin ini dapat mendukung penuh adanya program MBKM.

“Semoga adanya MoU dan PKS ini dapat menjadi semangat kita bersama untuk memaksimalkan peluang yang ada dengan sebaik mungkin,” pungkas Dr. Herman. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Editor: Dwi Hastuti

Menko Marves dan Ketua OJK RI Buka International Webinar Sustainable Finance and Impact Investing UNS

Menko Marves dan Ketua OJK RI Buka International Webinar Sustainable Finance and Impact Investing UNS

UNS — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) RI Luhut Binsar Pandjaitan dan Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI Prof. Wimboh Santoso membuka International Webinar bertajuk “Sustainable Finance and Impact Investing”, Kamis (10/3/2022) malam, melalui Zoom Cloud Meeting.

International webinar tersebut digelar untuk memperingati Dies Natalis ke-46 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan sebagai rangkaian acara untuk menyambut Presidensi G20 yang resmi dipegang oleh Indonesia sejak awal Desember tahun 2021 yang lalu.

Luhut Binsar Pandjaitan dalam sambutannya mengapresiasi international webinar yang dihelat oleh Pusat Unggal Iptek Perguruan Tinggi (PUI PT) Center for Fintech and Banking (Fintech Center)
UNS.

Menurutnya, acara tersebut dapat mendorong pemulihan ekonomi Indonesia dan memberikan wawasan baru soal ekonomi berkelanjutan usai pandemi Covid-19 melanda dunia sejak awal tahun 2020 yang lalu.

“Maret tahun ini menjadi tahun kedua Indonesia dilanda pandemi Covid-19. Tahun 2020 lalu kita semua dikejutkan dengan Covid-19 yang menyebar begitu cepat dan merenggut 6 juta nyawa di dunia dan 150 ribu nyawa di Indonesia,” katanya.

Jumlah itu disebut Luhut sangatlah besar, belum lagi saat Indonesia sempat mengalami gelombang kedua Covid-19 akibat penyebaran varian Delta asal India pada pertengahan tahun lalu.

Ia menambahkan, pemerintah langsung mengambil sejumlah langkah penanganan untuk mencegah meluasnya penularan SARS-CoV-2. Salah satunya adalah dengan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan level yang berbeda di setiap daerah.

Luhut mengatakan, langkah tersebut berhasil mengendalikan penularan SARS-CoV-2 di masyarakat dan menekan jumlah kasus Covid-19 yang sempat melonjak drastis.

“Indonesia juga mengambil langkah kedaruratan dengan mempercepat penyuntikan vaksin Covid-19 dan tracing serta menggencarkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi,” tambanya.

Cara-cara itu disebut mantan Kepala Staf Kepresidenan RI tersebut mampu memulihkan perekonomian Tanah Air secara perlahan walau belum dapat pulih sepenuhnya.

Menyambung sambutan dari Luhut, Prof. Wimboh tidak memungkiri bahwa perekonomian dunia mengalami perlambatan selama beberapa tahun ke terakhir.

“IMF memperkirakan baik ekonomi maju dan pasar negara berkembang akan mengalami perlambatan ekonomi karena ketidakpastian yang tinggi, seperti penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Sementara itu, ia juga menyebut faktor normalisasi kebijakan, inflasi tinggi di negara ekonomi maju, lonjakan komoditas global, dan ketegangan geopolitik antara Ukraina dan Rusia menjadi biang perlambatan ekonomi dunia.

Hal tersebut dikatakan Prof. Wimboh sebagai tantangan besar, terutama bagi Indonesia, yang akan menghadapi sejumlah agenda ke depan dan kesepakatan internasional yang sudah disepakati.

Misalnya saja, tuntutan untuk menjaga suhu bumi agar tidak naik melebihi 1,5 derajat yang sudah disepakati dalam perhelatan COP26 di Glasgow, Skotlandia pada 2021 yang lalu dan perjanjian untuk mengurangi emisi karbon global sebanyak 45 persen hingga 2030 mendatang.

“Untuk pertama kalinya, COP telah setuju untuk mengurangi bahan bakar fosil secara bertahap dan negara-negara maju berkomitmen untuk meningkatkan mobilisasi dana (adaptasi keuangan) sebesar USD 100 miliar per tahun pada 2021-2025 dan mencapai target dana tersebut sesegera mungkin,” tambah Prof. Wimboh.

Selain dihadiri secara daring oleh Luhut Binsar Pandjaitan dan Prof. Wimboh, International Webinar bertajuk “Sustainable Finance and Impact Investing” turut menghadirkan sejumlah pembicara kelas internasional.

Mereka adalah Prof. Lucian Taylor (Wharton School, University of Pennsylvania, AS), Prof. Caroline Flammer (Columbia University, AS), Dr. Renata Kizys (University of Southampton, Inggris), Prof. M. Kabir Hassan (University of New Orleans, AS, dan Dr. Putra Pamungkas (UNS). Humas UNS

Reporter:Y.C.A Sanjaya
Editor: Dwi Hastuti

UNS Jadi Tuan Rumah Munas II Himpuni

UNS Jadi Tuan Rumah Munas II Himpuni

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjadi tuan rumah dalam Musyarawah Nasional (Munas) II Perhimpunan Organisasi Alumni PTN Indonesia (Himpuni) Tahun 2022. Acara ini diselenggarakan di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS, Sabtu (26/2/2022).

Penyelenggaraan Munas II Himpuni mengusung tema “Memperkokoh Konsensus Kebangsaan Menuju Indonesia yang Berkedaulatan dan Berperadaban”.

Kegiatan ini, dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK RI), Prof. Muhadjir Effendy; Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho; Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Prof. Wimboh Santoso; Koordinator Presidium, Ahmad Muqowam, S.Sos.; serta hadir secara daring Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Himpuni Munas II dibuka Presiden RI, Ir. Joko Widodo dengan diwakili oleh Menko PMK RI, Prof. Muhadjir Effendy.

UNS Jadi Tuan rumah Munas II Himpuni

Dalam sambutannya Prof. Jamal mengatakan, terima kasih yang sebesar-besarnya atas ditunjuknya UNS sebagai tuan rumah Munas II Himpuni. “Semoga seluruh acara Munas II Himpuni dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan serta rekomendasi program yang terbaik,” ujar Prof. Jamal.

Prof. Jamal menambahkan bahwa posisi keikutsertaan Himpuni dalam pembangunan Indonesia ke depan sudah sangat tepat. “Marilah kita tunjukkan Himpuni dapat menyukseskan kinerja pemerintah yang saat ini melalui kekuatan sinergi dan berkolaborasi. Semoga Himpuni dapat saling menguatkan satu sama lain dalam sebuah harmoni kebersamaan demi kemajuan bangsa di masa depan,” lanjut Prof. Jamal.

UNS Jadi Tuan rumah Munas II Himpuni

Acara dilanjutkan dengan sambutan Koordinator Presidium, Ahmad Muqowam, S.Sos yang menyampaikan, Himpuni dapat menjadi sebuah perkumpulan yang berkontribusi dari segi pemikiran, gagasan, kritik, dan konstruksi bagi bangsa dan negara.

Kemudian Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Surakarta, Tamso dalam sambutannya mengapresiasi terselenggaranya Munas II Himpuni. “Melalui Munas ini semoga dapat memantapkan semangat dan komitmen kebangsaan yang kuat. Harapannya hasil Munas II Himpuni dapat membangun strategi dan rencana jangka panjang untuk meningkatkan kualitas anggota ke arah yang lebih baik. Selamat dan semoga sukses,” ungkap Gibran dalam sambutan yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Surakarta.

Terakhir pemberian sambutan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan apa yang menjadi gagasan, ide, dalam Munas II Himpuni bisa dikontribusikan untuk memberikan masukan kepada pemerintah terkait isu-isu global saat ini. “Saya doakan Munas II Himpuni dapat berjalan lancar,” ujar Ganjar. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Editor: Dwi Hastuti

IKA FH UNS Bahas Bahaya atau Tidaknya Pinjol

IKA FH UNS Bahas Bahaya atau Tidaknya Pinjol

UNSIkatan Keluarga Alumni (IKA) Fakultas Hukum (FH) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan acara Ngobrol Bareng IKA FH UNS ke-11 dengan tema ‘Pinjaman Online (Pinjol) Berbahaya?’ secara daring melalui Zoom Cloud Meeting pada Kamis (10/2/2022). Acara tersebut dihadiri oleh 3 orang narasumber, yaitu Dr. Yudho Taruno Muryanto, S.H., M.Hum., Dosen FH UNS yang juga seorang Pakar Hukum Perdata, serta sebagai Sekretaris Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) UNS, Irhamsyah, S.H., Deputi Direktur Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Penyidikan di Industri Jasa Keuangan dan Satgas Investasi Ilegal, serta Kombes Pol Wiji Suwartini, S.H., S.E., M.H., Auditor Kepolisian Madya TK III Itwasda Polda Jatim.

Mewakili IKA FH UNS, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H. dalam sambutannya mengatakan pinjol sudah menjadi isu nasional yang tidak hanya dapat dilihat dari aspek hukum saja, namun juga dari aspek psikososial adanya kebutuhan dan digital trust. “Cara untuk melawan pinjol tidak bisa hanya dengan aspek hukum, tetapi harus ada sarana yang menyediakan mekanisme mendapatkan uang dengan mudah, pinjam di Koperasi misalnya. Atau mekanisme lewat jaring pengaman sosial atau social safety net,” ujarnya.

IKA FH UNS Bahas Bahaya atau Tidaknya Pinjol

Dari kasus-kasus pinjol yang ditemukan dan mendominasi, Kombes Pol Wiji menceritakan banyak dampak negatif yang ditimbulkan khususnya karena keterlambatan pembayaran atau sebenarnya dia tidak meminjam tetapi secara tiba-tiba memperoleh tagihan yang biasanya disertai kekerasan. “Dalam segi hukum, khususnya penyelidikan ditangani oleh Subdit Siber Reskrimsus Polda jika tingkat Polda. Kalau di tingkat Polres langsung ke Satreskrim yang menangani. Dan berkaitan pasal yang diterapkan yaitu UU ITE Pasal 27 ayat 4 dan Pasal 45 Ayat 4,” jelas Kombes Pol Wiji.

IKA FH UNS Bahas Bahaya atau Tidaknya Pinjol

Selama proses penyelidikan, yang menjadi hambatan yaitu sering bergantinya akun yang bahkan harus dikirimkan ke Amerika untuk proses pelacakannya. Karena berbasis online, kekerasan yang diterima bukan berupa kekerasan fisik, namun secara psikis dan verbal yang mana membutuhkan seorang ahli untuk memastikan benar mengalaminya. Kombes Pol Wiji juga menegaskan, meskipun setiap laporan yang masuk akan ditangani oleh Kepolisian namun mengenai namun penegakan hukum bisa menjadi langkah terakhir dan lebih mengedepankan upaya pencegahan.

Berdasarkan legalitasnya terdapat 103 Fintech Lending (dikenal dengan pinjol) legal yang berizin dan diawasi oleh OJK. Untuk mendeteksi kelegalitasannya secara sederhana, Irhamsyah membagikan tips yaitu dengan melihat daftar pinjol legal melalui official instagram @ojkindonesia atau menanyakan dalam layanan telepon 157, serta meningkatkan literasi untuk menambah pengetahuan memilih pinjol.

“Tentang bagaimana menyikapi pinjol, ada 4 hal yang disarankan, pertama pinjam kepada yang berizin dan diawasi oleh OJK, pinjam sesuai kebutuhan dan kemampuan, pinjam untuk keperluan produktif karena pinjam itu pasti beban, dan pahami manfaat pembiayaan jangka waktu serta resiko,” ungkap Irhamsyah.

IKA FH UNS Bahas Bahaya atau Tidaknya Pinjol

Fenomena pinjol sama halnya dengan transformasi atau cara berpikir dari konvensional menjadi baru dan digitalisasi yang merupakan pemanfaatan teknologi untuk mempermudah aktivitas. Salah satu transformasi di sektor keuangan yaitu finansial teknologi. Namun, melihat dari banyaknya kasus pempublikasian data diri dengan sengaja tanpa hak Dr. Yudho berpendapat bahwa seberapa jauh data bisa diakses tanpa membedakan ranah privat dan publiknya merupakan masalah dari fenomena ini. Humas UNS

Reporter: Erliska Yuniar Purbayani
Editor: Dwi Hastuti